Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Keberadaan Industri Aspal di Tembong Kota Serang Resahkan Warga
Perusahaan aspal (asphalt batch mix plant ) Tembong, Kota Serang.

Keberadaan Industri Aspal di Tembong Kota Serang Resahkan Warga

Serang,fesbukbantennews.com (13/10/2016) – Warga Kampung Ulanica RT03 RW04, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mengaku resah dengan keberadaan industri di Kawasan Wisata Tembong Jaya yang memproduksi aspal (asphalt batch mix plant).

Perusahaan aspal (asphalt batch mix plant ) Tembong, Kota Serang.

Perusahaan aspal (asphalt batch mix plant ) Tembong, Kota Serang.

Keresahan warga karena pernah mengalami polusi udara dan hujan debu akibat aktivitas produksi pada beberapa tahun lalu.

Sanan, warga RT03 RW04, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Sanan menuturkan dirinya menerima keluhan warga yang dating ke rumahnya. Beberapa orang yang dating ke rumahnya mengaku khawatir peristiwa polusi udara akan kembali terulang.

“Kalau dulu memang genting itu sampai ketutup debu. Ada mungkin sampai 90 rumah ketimpa debu. Bukan hanya di genteng, debu juga masuk ke dalam rumah,” kata Sanan, ditemui di kediamannya, Rabu (12/10/2016).

Akibat polusi udara tersebut, banyak anak-anak yang terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Selain menderita ISPA, Sanan menduga anak-anak yang terserang gondok juga akibat aktivitas industri tersebut.

Sanan menjelaskan baik pihak kelurahan maupun perusahaan tidak pernah memberikan sosialisasi kepada warga di lingkungannya. “Saya sih nggak mau menghalang-halangi usaha orang, tapai kalau akibatnya berdampak kepada warga ya mohon dikaji ulang,” kata Sanan.

Warga setempat Muhammad Sapei Maarif alias Mehid berharap instansi terkait dapat mengkaji keberadaan industri tersebut. “Apakah keberadaannya layak atau tidak di sini. Masyarakat khawatir menyebabkan polusi. Sejauh ini dampak belum ada karena belum beroperasi, warga hanya khawatir saja,” kata Mehid.

Pantuan di Kawasan Wisata Tembong Jaya, tidak ada papan nama perusahaan. Papan yang terpasang hanya menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik Hj. Heryani. Dia merupakan mantan Wakil Bupati Pandeglang, ibu tiri mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Hanya terlihat beberapa pekerja yang sedang melakukan pemasangan instalasi pipa. “Saya hanya petugas teknis pemasangan alat saja. Saya nggak tau  siapa pemiliknya, apa nama perusahaannya. Saya Cuma pasang alat saja,” kata Setiawan di lokasi industri. (abaniar/LLJ).

Copyright @2016 FBn