Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Kampanye Bahaya AIDS, Pemuda dan Mahasiswa Sindangresmi Blusukan ke Kampung
Pemuda dan Mahasiswa Sindangresmi Pandeglang kampanye HIV AIDS ke kampung-kampung.

Kampanye Bahaya AIDS, Pemuda dan Mahasiswa Sindangresmi Blusukan ke Kampung

Pandeglang,fesbukbantennews.com (2/12/2016) – Dalam rangka memperingati hari hari AIDS sedunia, Paguyuban pemuda Kecamatan Sindangresmi , Pandeglang yang mengatasnamakan ABLEH, dan sekelompok mahasiswa dari Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Sekolah Tinggi Agama Islam Babunnajah (Staibanna) Pandeglang, blusukan ke kampung-kampung di Kecamatan Sindangresmi untuk menyerukan pencegahan bahayanya HIV AIDS, Kamis (1/12/2016).

Pemuda dan Mahasiswa Sindangresmi Pandeglang kampanye HIV AIDS ke kampung-kampung.

Pemuda dan Mahasiswa Sindangresmi Pandeglang kampanye HIV AIDS ke kampung-kampung.

Koordinator aksi kampanye dari dua kelompok tersebut, A Dhani mengatakan, setidaknya kegiatan itu mengingatkan masyarakat tentang bahaya Aids. Kata dia, seruan stop pada sex bebas dan narkoba adalah sebagian inti dari seruan yang dia kampanyekan.

“Kami sadar akan bahaya Aids, sesederhana apapun kegiatannya, semoga dengan seruan ini masyarakat dapat mencerna maksud dan tujuan dari kampanye kami. Secara lisan kami akan mendorong lembaga keaehatan seperti Puskesmas untuk proaktif melakukan sosialisasi bahaya Aids” kata Dhani ditengah acara tersebut.

Di desa, lanjut Dhani, sosialisasi semacam mengingatkan masyarakat agar terhindar dari penyakit berbahaya seperti Aids, sangat jarang ditemui. Padahal, kata dia masyarakat desa justru harus benar-benar dijaga dari budaya yang merusak norma.

“Sengaja kami laksanakan kegiatan ini di desa, karena poster seruan untuk menghindari bahaya Aids hampir tidak ditemui. Kami senang karena mahasiswa dan pemuda setempat bisa berbaur untuk kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.

Menurut Dhani, hal penting yang haris dipahami yaitu, masyarakaat mengerti cara mencegah dan proses penularan HIV, kalau sosialisasi minim, kata dia, bisa jadi jika ditemukan penderita Aids di desa justru masyarakat mengasingkan penderita HIV/AIDS (ODHA) tersebut.(adan/LLJ)

Copyright @2016 FBn