Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » KAMMI Banten ; Kasus Eno Sadis, Miris dan Ironis
Aksi Perempuan KAMMI Banten di Alun-alun Serang 22 Mei 2016.

KAMMI Banten ; Kasus Eno Sadis, Miris dan Ironis

Serang,fesbukbantennews.com (22/5/2016) – Belum lama berita kekerasan seksual pada perempuan yang dialami Yuyun (Bengkulu), kini Tangerang digemparkan berita Eno, warga Kampung Bangkir, Desa Pegandikan, Kecamatan Lebakwangi Kabupaten Serang, yang diperkosa 3 orang laki-laki dan dibunuh dengan cara menancapkan pacul di kemaluannya.

Aksi Perempuan KAMMI Banten di Alun-alun Serang 22 Mei 2016.

Aksi Perempuan KAMMI Banten di Alun-alun Serang 22 Mei 2016.

Demikian diungkapkan Ketua Bidang Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Musliim Indonesia (KAMMI) Wilayah Banten, Marfamah, saat melakukan aksi perempuan KAMMI Banten Lindungi Perempuan Indonesia di Alun-alun, Serang, Minggu (22/5/2016).
“Sadis, ironis dan miris negeri ini, banyak penjahat ada di sekeliling kita. Rasanya tak bisa juga kita berdiam begitu saja, hanya mendengar dan menyaksikan berita, sedangkan mereka butuh perhatian dan perlindungan, mereka anak-anak generasi bangsa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan negeri ini, ” kata Marfamah.

Berdasarkan Siaran pers, lanjut Marfamah, Komnas Perempuan Catatan Tahunan 2016 dalam website komnasperempuan pada tanggal 7 Maret 2016. Kekerasan seksual tahun 2016 naik peringkat 2, dalam bentuk perkosaan sebanyak 72% (2.399 kasus), pencabulan 18% (166 kasus), pelecehan seksual 5% (166 kasus) dan kasus yang terjadi ialah kekerasan pada perempuan.

Marfamah menegaskan, KAMMI Wilayah Banten menuntut pada pemerintah dan mengajak masyarakat untuk saling bekerjasama dalam perlindungan perempuan dan anak-anak dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:

Pertama kepada pemerintah; Melakukan pencegahan kasus kekerasan seksual ini dengan memberikan pencerdasaan dalam bentuk pembinaan dan pendidikan pada masyarakat. Tegas dalam memberikan hukuman, serta peraturan tentang perlindungan perempuan dan anak.. Memberi perhatian Hak Keadilan pada korban serta perlindungan agar kejadian tidak terulang. Menutup situs-situs gambar dan film pornografi, serta memberi keamanan di tempat-tempat umum.

Kedua, kepada masyarakat ; Saling bekerjasama memberi perlindungan, tegas terhadap pemuda-pemuda yang bebas minum-minuman berakohol di jalan. Disiplin dalam keamanan lingkungan.

“Ketiga, kepada keluarga, Memberi pendidikan agama pada anak-anak sejak dini. Penguatan spiritual di rumah akan menguatkan mereka ketika di luar rumah,” tukasnya.(deni/LLJ)

Copyright @2016 FBn