Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Jelang Pilgub Banten 2017, Incumbent Rawan Gunakan Politik Uang
Ilustrasi.(net)

Jelang Pilgub Banten 2017, Incumbent Rawan Gunakan Politik Uang

Serang,fesbukbantennews.com (16/5/2016) – Dinamika Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur semakin meningkat dari hari kehari, mulai dari perebutan pengaruh di tingkat publik dengan memasang sejumlah atribut sebagai media kampanye sampe berebut rekomendasi dukungan dari sejumlah partai.

Ilustrasi.(net)

Ilustrasi.(net)

Bahkan banyak diantara bakan calon yang sudah mulai memobilisasi massa dengan cara menggelar kegiatan dengan moment tertentu. Hal ini rawan terjadi adanya praktek politik uang, terlebih hal ini dilakukan oleh bakal calon dari petahana.

Seorang kepala daerah yang ingin kembali mencalonkan diri relatif mudah mengorganisir masa,  akses yang luas terhadap APBD menjadi modal utama dalam melakukan pemanfaatan jabatan untuk kepentingan politik.

Longgarnya aturan pengawasan oleh Bawaslu srebelum tahahapan dimulai juga banyak dimanfaatkan oleh bakal calon. Ini dapat dilihat kegiatan gubernur Banten yang bernuansa politik sudah banyak ditemukan. Bahkan seorang gubernur dengan terang-terangan membagikan amplop yang berisi uang terhadap masyarakat, yang dibagikam di daerah Tangerang.

“Memang semua bakal calon belum ada yang ditetapkan sebagai calon gubernur atau wakil. Tapi jelas pemberian uang dalam bentuk apapun apalagi dalam amplop tersebut tertera gambar dan poto orang yang di kabarkan sudah mendaftar pada partai politik untuk mencalonkan diri sebagai gubernur”, ujar Fuaduddin Bagas direktur eksekutif Masyarakat Tramsparansi Banten, Senin (16/5/2016).

Suap atau politik uang ini tidak bisa dibiarkan meski terjadi jauh dimasa tahapan Pilgub. Karena upaya mempengaruhi pemilih ini juga akan dilakukan oleh para kandidat memasuki masa kampanye dan menjelang pemungutan suara.

Bagas juga mengungkapkan trand pelanggaran pada pemilu kali ini sudah mulai berubah. Dimana setiap pelaku politik uang didominasi oleh pemberian uang langsung dibanding dengan pemberian sembako seperti yang marak dilakukan pada pemilihan gubernur pada 2011-2012.

Lebih lanjut bagas mengungkapkan politik uang adalah bagian dari tindak pidana korupsi, sehingga berdampak buruk pada kualitas Pilgub. Dan kualitas pilgub tidak akan diraih jika masih ada politik uang.

Bagas meminta semua bakal calon untuk menahan diri dan tidak melakukam hal yang mencederai nilai nilai demokrasi. Pihaknya juga meminta Bawaslu untuk segera melakukan langkah antisipatif terhadap upaya-upaya busuk yang dilakukan pakal calon gubernur.(gues/LLJ).

Copyright @2016 FBn