Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Jaksa Belum Siap, Lima Terdakwa Korupsi ATC Simulator Bandara Soeta Rp7,4 Miliar Batal Dituntut

Jaksa Belum Siap, Lima Terdakwa Korupsi ATC Simulator Bandara Soeta Rp7,4 Miliar Batal Dituntut

Serang,fesbukbantennews.com (17/11/2015) – Lantaran Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap, lima terakwa korupsi Control (ATC) Simulator PT Angkasa Pura II pada 2004 senilai Rp7,4 milar untuk Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten batal dituntut.

Lima terdakwa korupsi ATC Simulator Bandara Soekarno-Hatta batal dituntut.(LLJ)

Lima terdakwa korupsi ATC Simulator Bandara Soekarno-Hatta batal dituntut.(LLJ)

Dalam sidang di pengadilan tipikor PN Serang, Senin (16/11/2015) yang dipimpin hakim Epiyanto, JPU dari Kejari Kota Tangerang Desi Marjanti kepada majelis hakim meminta waktu satu minggu. Lantaran tuntutan dari Kejagung belum diterima pihaknya.

“Kami belum siap dengan tuntutannya yang mulia. Kami minta waktu satu minggu,” kata JPU Desi.

Kelima terdakwa yang batal dituntut tersebut, yakni Endar Muda Nasution, bekas Manajer Inventory Fixed Assed; Novaro Martodihardjo, bekas Kepala Subdit Air Traffic Service; Susianto, bekas Manajer Electronic Facility Planning; Sutianto, bekas Manajer Air Traffic Service Planning and Quality Assurance; dan Reza Gunawan, Direktur Utama PT Tosca Citra Pratama.

Perkara yang menimpa lima terdakwa ini terjadi pada tahun 2004, selain pekerjaan oleh PT Tosca belum seratus persen, dan alatnya tidak berfungsi.

Kelima terdakwa dijerat dengan pasal berlapis.”pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 undang-undang tipikor dan pasal 3.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pengadaan ATC Simulator ini menggunakan anggaran negara Rp 7,4 miliar yang bersumber dari APBN 2004. Adapun modus korupsi yang dilakukan seputar penyalahgunaan mekanisme tender, dengan memenangkan PT TCP. Perusahaan ini diketahui sudah lama bergerak di bidang manufaktur, supplier peralatan dan kelengkapan bandara, meliputi sistem ATC, sistem navigasi, radar, perekam percakapan bandara, dan lain sebagainya.

Dugaan lainnya, meliputi spesifikasi barang yang tidak sesuai ketentuan, meski telah dilakukan prakualifikasi lelang. Akibatnya, ATC Simulator menjadi tidak berfungsi secara maksimal, sehingga bisa berdampak buruk bagi rambu lalu lintas udara.(LLJ)

Copyright @2018 FBn