Warga Gelar Ruwatan Sungai Ciujung

0
469

Serang,fesbukbantennews.com (16/10/2015) – Ribuan warga Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang dan sekitarnya bersama Gerakan 70 (G70) Indonesia Merdeka, menggelar acara Ruwatan Sungai Ciujung, yang dilaksanakan di lapangan desa setempat, Kamis (15/10/2015). Ruwatan dengan melarungkan empat kepala kambing, ayam, hasil bumi dan sesajian lainnya tersebut bertujuan untuk melestarikan dan menjaga sungai Ciujung.

Kepala Kambing yang akan dilarung ke laut di kawasan sungai Ciujung.(LLJ)
Kepala Kambing yang akan dilarung ke laut di kawasan sungai Ciujung.(LLJ)

Ananta Wahana, selaku ketua panitia pelaksana dalam kegiatan tersebut saat memberikan sambutannya mengatakan,  bahwa pencemaran yang terjadi di Sungai Ciujung sudah sangat memprihatinkan. Padahal menurutnya, Sungai Ciujung menjadi sumber kebutuhan ratusan ribu warga yang berada disekitar sungai Ciujung.

“Pencemaran Sungai Ciujung ini sudah berlangsung cukup lama. Padahal sungai ini adalah sumber kehidupan, ratusan ribu warga bergantung pada sungai ini,” ungkapnya.

Ananta pun meminta kepada pemerintah dan para penegak hukum, untuk mengambil langkah tegas dalam menindak pelaku pencemaran sungai. Karena menurutnya, penindakan terhadap pihak-pihak yang telah menyebakan terjadinya pencemaran, sampai saat ini masih belum tuntas.

“Pemerintah harus mengambil langkah tegas dan terpenting adalah penegakan hukum yang selama ini tidak pernah tuntas harus diselesaikan. Karena faktanya, pihak-pihak yang telah menyebabkan pencemaran, sampai saat ini  belum tersentuh oleh hukum,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, Asisten Daerah (Asda) II, Iing Suwargi, yang mewakili Gubernur Banten Rano Karno, berjanji pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengkomunikasikan kondisi sungai yang luas daerah alirannya mencapai 218.078 hektare ini ke pemerintah pusat.

“Kita akan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat tentang kondisi ini. Karena seperti dikatakan tadi, ini bukan hanya permasalahan masyarakat sekitar Ciujung, tapi ini masalah nasional, bahkan sungai ini telah menjadi sorotan dunia,” pungkasnya. (LLJ)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here