Perkosa Korban Tsunami Pandeglang Hingga Melahirkan, Pria Beristri 3 Dituntut 8 Tahun Penjara

0
4160

Serang, fesbukbantennews.com (7/7/2020) – KM(47) warga Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dituntut delapan tahun penjara. Karena terbukti memperkosa PR (21) Wanita korban bencana tsunami Pandeglang yang sedang mencari pekerjaan.

ikustrasi.(wiken.id)

Dalam sidang yang dipimpin hakim Guse dengan JPU Yuni, terdakwa dijerat dengan pasal 285 KUHP.

JPU meminta supaya majelis hakim pengadilan negeri serang yang memeriksa dan mengadili perkara ini menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama 8 tahun.

Sementara, dalam pledoi terdakwa melalui kuasa hukumnya Shanty Wildhaniyah, meminta supaya majelis hakim memberikan keringanan hukuman.

“Selain belum pernah dihukum, terdakwa juga jadi tulang punggung keluarga, ” Kata Shanty dalam pledoinya, Selasa (7/7/2020).

Usai mendengarkan pledoi majelis hakim memutuskan sidang ditunda pekan depan.

Selepas sidang, Shanty mengungkapkan, peristiwa pemerkosaan terjadi pada Maret-April 2019 di rumah saudara korban di Jongjing, Kamanisan, Kecamatan Tirtayasa.

Awalnya korban yang belum pernah pacaran dan belum pernah menikah mengungsi ke Tirtayasa di rumah bibinya (salah satu istri terdakwa) karena tenpat tinggalnya di Pandeglang dihantam tsunami. Bahkan korban ingin mencari pekerjaan di daerah tempat tinggalnya tersebut.

Karena selama hampir 3 bulan tinggal dirumah saudaranya tidak ada pekerjaan dan kondisi kampungnya mulai kondusif, terdakwa akhirnya berniat kembali pulang kampung.

Akan tetapi keinginan korban dicegah bibinya, korban diminta menemaninya di rumah tersebut oleh bibinya. Dan nanti akan dibantu tedakwa yang dikenal orang “pintar” untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus mengobati benjolan di perut korban yang sudah lama ada pada korban.

Akan tetapi, lanjut pengacara Shanty, terdakwa memberikan syarat, korban harus mau di Tanggul, atau disetubuhi sebanyak 10 kali.

Awalnya korban tidak mau, tapi lantaran ada ancaman dari terdakwa, korban terpaksa menyetujui syarat tersebut. Dan disetubuhi terdakwa lebih dari 10 kali Hingga melahirkan anak laki-laki

Kasus tersebut terungkap, Saat ayah korban pada akhir 2019 menjenguk korban dengan harapan sudah mendapatkan pekerjaan. Ternyata jauh apa yang diharapkan, korban belum juga mendapat pekerjaan dan perut korban membesar.

Setelah ditanya dan korban mengatakan perut membesar akibat ulah terdakwa, ayah korban melaporkan perbuatan terdakwa kepada polisi. (LLJ).