Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » HUT ke 70, TNI Unjuk Kebolehan Alutsista di Depan Jokowi

HUT ke 70, TNI Unjuk Kebolehan Alutsista di Depan Jokowi

Cilegon,fesbukbantennews.com (5/10/2015) – Di ulang tahunnya yang ke 70, TNI unjuk kebolehan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) di depan Presiden RI Joko Widodo, serta ribuan masyarakat di pelabuhan PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Senin (5/10/2015).

Alutsista TNI.

Alutsista TNI.

Berdasarkan pantauan , sejumlah alutsista unjuk kebolehan di hadapan Presiden Jokowi, Panglima TNI, dan pimpinan dari masing-masing matra TNI.

TNI AU mengerahkan pesawat sukhoi, F16, dan atraksi dari pesawat Jupiter. Lalu TNI AL menunjukkan kemampuan perang di perairan Indonesia dengan mengerahkan KRI Tjut Njak Dien hingga KRI Usman Harun. Sedangkan TNI AD mempertunjukkan alutsista nya seperti tank leopard dan masih banyak lainnya.

Pertunjukkan alutsista dan simulasi perang oleh para anggota TNI ini menjadi hiburan gratis para warga Provinsi Banten.

Sementara, dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan, Dengan segala keterbatasannya, TNI masih terus melakukan reformasi nya agar semakin profesional dan terus meningkatkan kemampuannya menjaga kedaulatan NKRI.

“TNI harus menjadi perekat kemajemukan. Sebagai tentara nasional, TNI tidak boleh tersekat-sekat oleh suku, agama, dan golongan. TNI adalah satu, yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan yang mempersatukan suku, agama, dan ras,” kata Presiden Jokowi, di puncak peringatan HUT ke 70 TNI di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Senin (05/10/2015).

Menurut Jokowi, tantangan terbesar Indonesia yang memiliki banyak kepulauan, suku, budaya, dan bahasa yang berbeda-beda, jika tidak dilakukan manajemen yang baik. Maka bisa menjadi ancaman besar, mengalahkan bahaya dari persoalan ekonomi dan politik.

“Perlu ditekankan, karena negara kita bukan hanya mengahadpi tantangan ekonomi dan politik. Tapi juga kemajemukan. Karena kemajemukan bisa menjadi kekuatan yang maha dahsyat jika dikelola dengan baik. Karena banyak negara tercerai berai karena tidak mampu mengelola kemajemukan,” tegasnya.

Namun sangat disayangkan, saat acara selesai, terjadi kemacetan panjang semenjak pintu keluar Pelabuhan Indah Kyat hingga daerah Cikuasa Bawah atau kira-kira kemacetan terjadi sepanjang 5 kilometer.(LLJ)

Copyright @2016 FBn