Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Himpunan Alumni IPB Banten Bantu Pesantren Korban Longsor Anyer
Relawan FBn dan BJS secara simbolis menyampaikan bantuan dari HA IPB Banten.

Himpunan Alumni IPB Banten Bantu Pesantren Korban Longsor Anyer

Serang,fesbukbantennews.com (21/8/2016) –  Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Banten memberikan bantuan ke pondok pesantren yang jadi korban bencana alam di Anyer, Kabupaten Serang. Yakni pesantren Al-Ukhrowiyah, Kampung Bengras, Desa Sindang Mandi, Anyer, Kabupaten Serang, Sabtu (20/8/2016).

Relawan FBn dan BJS secara simbolis menyampaikan bantuan dari HA IPB Banten.

Relawan FBn dan BJS secara simbolis menyampaikan bantuan dari HA IPB Banten.

Bantuan yang diberikan oleh HA IPB Banten bekerjasama dengan relawan FBn dan Komunitas Bahasa Jawa Serang (BJS) tersebut, berupa perlengkapan sholat, kitab untuk para santri, dan mushaf Quran.

Ketua HA IPB Banten H Asep Mulya mengatakan, HA IPB Banten merasa prihatin dengan kondisi pesantren yang dihuni sekitar 400 santri/santriwati tersebut. Pasca terkena bencana, kondisi bangunan sebagian rusak parah dan kitab-kitab untuk santri terbawa aliran lumpur akibat longsor.

“Mudah-mudahan dengan memberikan bantuan peralatan sholat, kitab -kitab dan Quran, para santri tetap semangat menuntut ilmu. Dan bisa terus bermanfaat bagi masyarakat,” kata Asep Mulya.

Sebagian kitab milik santri yang rusak diterjang banjir dan longsor.(LLJ)

Sebagian kitab milik santri yang rusak diterjang banjir dan longsor.(LLJ)

Salah Pimpinan Ponpes Alukhrowiyah, KH Rasimin mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada HA IPB Banten.relawan FBn dan BJS yang telah mengirimkan bantuan peralatan sholat,kitab untuk beljara para santri dan Quran.

“Kami sangat berterima kasih. Dengan bantuan ini.mudah-mudahan para donatur selalu diberi kemudahan segalanya oleh Allah,” kata KH Rasimin..

Sementara, berdasarkan pantaun di lokasi, pesantren yabg sudah puluhan tahun berdiri, bagian depannya sudaah porka poranda. Sementara, jemmbattan yang menuju ke ponpes tersebut hancur. Sehingga warga dan santri terpaksa membuat jembatan seadanya dari bambu. (LLJ)

Copyright @2016 FBn