Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Hari Pendidikan Internasional, SMGI RAYA dan FAM IAIN Banten Tuntut Pendidikan Gratis
Aksi SMGI RAYA dan FAM IAIN Banten.

Hari Pendidikan Internasional, SMGI RAYA dan FAM IAIN Banten Tuntut Pendidikan Gratis

Serang,fesbukbantennews.com (18/11/2016) – Memperingati Hari Pendidikan Internasional yang jatuh hari ini, 17 November 2016, sedikitnya 50 mahasiswa dari Dewan Pimpinan Kampus Serikat Mahasiswa Gerakan Indonesia dan Front Aksi Mahasiswa IAIN SMH Banten (SMGI RAYA dan FAM IAIN) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembela NKRI menggelar aksi unjukrasa di depan Kampus IAIN SMH Banten, Ciceri,Kota Serang, Kamis (17/11/2016).

 Aksi SMGI RAYA dan FAM IAIN Banten.

Aksi SMGI RAYA dan FAM IAIN Banten.

Dalam aksinya mereka menyerukan kepada seluruh pelajar di Indonesia untuk menjaga persatuan bangsa untuk menyelamatkan NKRI dan mendesak pemerintah untuk menegakan supremasi hukum untuk mewujudkan pendidikan gratis tanpa syarat.
“Hari ini kami melihat Indonesia dengan penuh rasa cemas dan khawatir, perjalan berbangsa dan bernegara kita di alam demokratis kembali diuji oleh tantangan globalisasi yang menderas membawa beban kapitalisme dan ancaman ideologi transnasional yang mengancam keutuhan NKRI. Saat ini kami sedang melihat Indonesia merupakan entitas yang coba diretakan dari dalam oleh endapan-endapan penggada teror dibalik jubah perbedaan, “kata koordinator aksi, Hendra Wibowo.

Lewat Peringatan Hari Pelajar Internasional pada tanggal 17 November yang menjadi peringatan tahunan dari pelajar sedunia, lanjut Hendra, menyerukan untuk tidak hanya menyuarakan persoalan-persoalan diskriminasu dan komersialisasi pendidikan di bawah sistem kapitalisme tapi juga persatuan nasional dalam menjaga keutuhan NKRI.
“Kami meyakini pendidikan merupakan suatu proses dimana manusia secara individu berusaha untuk memperbaiki diri agar menjadi manusia yang lebih bermartabat, “ungkap Hendra.
Hendra juga mengatakan, mahalnya biaya pendidikan yang hari ini terjadi mengakibatkan terbatasnya rakyat dalam mengakses pendidikan. Hal itu disebabkan karena lemahnya fungsi negara dalam mengawal sistem pendidikan nasional yang bervisi kerakyatan.

“Mahalnya biaya pendidikan ini juga adalah upaya pelepasan tanggung jawab negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, “tegas Hendra.

Lebih jauh dia mengatakan, sebagai upaya lepas tangan jaminan pendidikan, pemerintah membuat serangkaian regulasi pendidikan yang mengarahkan penyelenggaraan ke era otonomisasi.

“Seperti penerapan BHMN, BLU dan penerapan Uang Kuliah Tunggal merupakan terobosan sistem pendidikan ke jurang liberalisasi pendidikan. Pelajar dan orangtuanya menanggung beban biaya pendidikan paling besar, sementara universitas hanya mengambil peran sebagai pengelola dana pendidikan, dan pemerintah berperan mengeluarkan regulasi sarat kapitalistik,”jelasnya.

Pantauan FBn, aksi yang dilakukan dari jam 14.00 – 16.30 wib mendapat perhatian dari masyarakat pengguna lalu-lintas. Bahkan pengunjukrasa sempat memblokir jalan selama 15 menit. Puas menyampaikan aksinya, mereka membubarkan diri dengan tertib.(LLJ).

Copyright @2016 FBn