Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Harapan Publik Dibalik Calon Perseorangan di Banten
Koordinator Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Nana Subana.

Harapan Publik Dibalik Calon Perseorangan di Banten

Serang,fesbukbantennews.com (2/12/2017)- Pendaftaran bakal calon dari jalur perseorangan sudah ditutup sejak Rabu 29 November 2017, oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di empat Kabupaten dan Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) gelombang ke 3 di Provinsi Banten tahun 2017.

Koordinator Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Nana Subana.

Dari pantauan yang dilakukan Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) hanya ada di dua kabupaten dan satu kota dengan masing-masing tiga bakal pasangan calon mendaftar di Kota Serang, dua bapaslon di Kabupaten Tangerang namun ditolak KPU karena jumlah dukungan tidak memenuhi syarat minimal dan dua pasangan bakal calon yang mendaftarkan diri ke KPU Lebak namun satu dinyatakan tidak diterima karena datanya tidak masuk di sistem informasi pencalonan (SILON), sementara di Kota Tangerang tidak ada satupun yang mendaftar.

JRDP menilai keberadaan bakal calon perseorangan pada pilkada di Provinsi Banten bagian dari varian proses demokrasi ditengah kepercayaan publik semakin menurun terhadap partai politik, mengingat dari tahun ke tahun praktek korupsi ditubuh parpol terus terjadi dan cenderung meningkat.

“Keberadaan bakal calon dari jalur perseorangan menjawab harapan publik dan bisa dijadikan pilihan alternatif dalam pesta demokrasi,” ujar Koordinator Jaringan Rakyat untuk Demokrasi dan Pemilu (JRDP) Nana Subana, kepada media.

Namun, Nana menyayangkan kehadiran bakal calon dari jalur perseorangan di empat Kabupaten dan Kota yang menyelenggarakan Pilkada sangat minim sekali. Ini diakibatkan beberapa faktor.

Pertama, lanjut Nana rendahnya calon dari jalur perseorangan yang mendaftar ke KPU karena persyaratan yang sulit, seiring dengan bertambahnya jumlah dukungan KTP yang harus diserahkan ke KPU, kedua konsolidasi ditingkat bawah dalam rangka pemenangan tidak mudah dibanguan, mengingat persiapan yang hanya dibangun sebentar.

“Konsolidas pemenangan pada jalur perseorangan terbilang lebih sulit di banding di partai politik yang terbilang sudah mapan secara basic masa, ini yang juga mengakibatkan masyarakat atau elit lebih memilih parpol untuk mencalonkan diri ketimbang jalur perseorangan, karena pertimbangan praktis secara politik,” lanjut Nana.

Terlepas dari sejumlah perseoalan yang dihadapi pada proses jalur perseorangan, faktanya hari ini ada tiga bapaslon di Kota Serang dan satu di Kabupaten Lebak yang masih dalam tahapan verifikasi perhitungan jumlah dukungan perseorangan. Semoga ini bisa memberikan harapan publik serta mampu menghindari angka golput yang tinggi.

Harapan besar publik juga jangan sampai diabaikan oleh para bakal calon perseorangan, dengan sekedar menjadikan pilkada ini uji kemampuan dengan mengukur suara untuk kepentingan politik lebih jauh.

“Mohon maaf walaupun sulit di buktikan, masih ada calon perseorangan yang hanya mengukur kemampuan politik. Mengingat ini juga menghadapi pileg,” pungkasnya.(gues/ LLJ).

Copyright @2016 FBn