Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Gelar Mimbar Bebas, Mahasiswa Untirta Tolak Calon Rektor Plagiator

Gelar Mimbar Bebas, Mahasiswa Untirta Tolak Calon Rektor Plagiator

Serang,fesbukbantennews (1/6/2015) – Mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Untirta Movement Community (UMC) menolak pencalonan incumbement Rektor Untirta Prof. Dr. Soleh Hidayat. Mahasiswa menilai kasus dugaan plagiasi yang dilakukan yang bersangkutan sangat bertentangan dengan PermenristekDikti No. 1 tahun 2015 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur Pada Perguruan Tinggi Negri.

Ilustrasi.(net)

Ilustrasi.(net)

“Pasal 4 point L tertulis jelas bahwa Persyaratan untuk diangkat sebagai Rektor tidak pernah melakukan plagiat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Maka dari itu dengan tegas kami menolak pencalonan Prof Soleh menjadi salah satu kandidat rektor. Jika ditinjau dari PermenristekDikti tersebut Sholeh Hidayat tidak dapat mencalonkan diri sebagai Rektor. KemenristekDikti sebagai lembaga tertinggi yang akan memproses pelaksanaan pemilihan Rektor yang dilakukan oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diharapkan dapat selektif dalam proses pemilihan 3 calon Rektor untuk Untirta,” ujar Ningsih salah satu perwakilan UMC saat menggelar mimbar bebas di kampus Untirta, Senin (1/6/2015).

Pada orasinya tersebut mahasiswa tersebut juga menyatakan bahwa Sholeh Hidayat terlibat pada kasus Plagiat Karya Tulis yang dilakukan pada tahun 2010 lalu. Dalam akademisi Plagiat adalah hal yang sangat dilarang karena melanggar hak cipta.

Menurutnya, Untirta membutuhkan Rektor yang dapat membuat kampus Negri satu-satunya di Banten ini dapat berkembang menjadi lebih baik dan menghasilkan generasi bangsa yang dapat memajukan kehidupan bangsa kedepannya. “Tentu bukanlah seorang plagiator yang pantas untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan tertinggi ini. Kami Menolak Calon Rektor Plagiat,” tegasnya.

Ia juga menilai, pemilihan rektor yang tanpa melibatkan mahasiswa telah mencederai pemilihan rektor demokratis. “Ini yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa, karena selama empat tahun kepemimpinannya (Soleh Hidayat) mahasiswa beranggapan bahwa Untirta tak kunjung membaik sebagai kampus negri. Sebagai Kampus Negri satu-satunya di Banten seharusnya Untirta dapat menjadi lembaga pendidikan yang terbaik, namun pada kenyataanya sarana dan prasarana yang ada di Kampus ini tidak menunjang proses belajar mengajar mahasiswa,” terangnya. (LLJ)

Copyright @2016 FBn