Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Gandeng Media dan OKP, Panwaslu Kab Serang Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif
Ketua Panwaslu Kabupaten Serang Ulumudin saat memberikan sambutan .

Gandeng Media dan OKP, Panwaslu Kab Serang Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

Serang, fesbukbantennews.com (25/5/2018) – Gandeng media dan, OKP dan mahasiswa, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Serang menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif pada Pileg dan Pilpres 2019. Kegiatan sosialisasi di sebuah rumah makan gelar di kawasan Palima Kota Serang, (Kamis, 24/05/2018).

Ketua Panwaslu Kabupaten Serang Ulumudin saat memberikan sambutan .

Ketua Panwaslu Kabupaten Serang, Ulumudin mengatakan, pihaknya menggelar sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif ini untuk yang kedua kalinya. Pertama di gelar dengan para pengurus Parpol, dan untuk kali ini sosialisasi dihadiri oleh para jurnalis, organisasi pemuda dan mahasiswa.

Kegiatan ini dilakukan tujuannya tak lain, yakni untuk mewujudkan pemilu yang demokratis serta untuk memastikan terselenggaranya pemilu secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan berkualitas.

“Pengawasan Pemilu bukan hanya tugas pengawas saja, tetapi tanggungjawab semua unsur masyarakat. Kesuksesan pemilu bukan hanya tanggungjawab KPU dan Panwaslu, tetapi semuanya,” kata Ulumudin.

Ulumudin mengaku, pihaknya akan menindaklanjuti semua laporan dari masyarakat. “Agar semuanya sama-sama memberikan informasi, dan informasi itu sangat berharga bagi kami, untuk kemudian ditindaklanjuti oleh kami,” imbuhnya.

Kordiv pencegahan dan hubungan antar lembaga Bawaslu Banten, Nuryati Solapari mengatakan, ada beberapa bentuk pengawasan partisipatif, diantaranya, pengawasan berbasis IT, pojok pengawasan, forum warga, Saka Adhyasta Pemilu , medsos, pengabdian masyarakat dan gerakan pengawasan partisipasi pemilu.

Ia berharap, melalui beberapa bentuk pengawasan partisipatif tersebut, masyarakat dapat lebih pro aktif dalam pemilu 2019 mendatang.

“Kalau KPU targetnya pemilih sebnyak-bnyaknya, sementara Bawaslu sebanyak-banyaknya masyarakat yang mengawasi, tolak ukurnya adalah laporan dari masyarakat.” tukasnya.(Sam/LLJ).

Copyright @2016 FBn