Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Firman Venayaksa Sabet Literacy Promoter Award, Berkat Sulap ‘Geng Motor’ Jadi Pegiat Literasi
Firman Venayaksa Sabet Literacy Promoter Award.(ist).

Firman Venayaksa Sabet Literacy Promoter Award, Berkat Sulap ‘Geng Motor’ Jadi Pegiat Literasi

Serang, fesbukbantennews.com (5/9/2019) – Dalam dunia literasi di Indonesia, penghargaan yang diterima Firman Venayaksa terbilang prestius. Di tahun-tahun sebelumnya Anies Baswedan dan Najwa Shihab merupakan dua nama penerima sebelumnya yang selalu diberikan bertepatan dengan acara Indonesia International Book Fair.

Firman Venayaksa Sabet Literacy Promoter Award.(ist).

“Awalnya sih tidak menyangka. Apa lagi jika melihat pemenang award sebelumnya. Sungguh di luar dugaan,” ucap doktor yang hobi kongkow dengan komunitas motor ini, Rabu (4/9/2019).

Firman Venayaksa dikenal sebagai dosen Untirta yang cukup dikenal dan dekat dengan para mahasiswanya. Di luar kampus, ia sering memberi ruang diskusi bahkan tak henti mengajak mereka menjadi relawan literasi.

Sejak tahun 2003, Firman bergabung di Komunitas Rumah Dunia. Bahkan pada periode berikutnya, ia menjadi Presiden Rumah Dunia menggantikan Gol A Gong sang pendiri.

“Dari Rumah Dunialah saya mengenal gerakan literasi. Menjadi relawan baik untuk kesehatan jiwa,” ujarnya berkelakar.

Sampai suatu ketika, Firman diamanahi menjadi Ketua 1 Forum TBM selama 2 periode dan pada tahun 2015, ia didampuk menjadi Ketua Umum.

“Mengurus Forum TBM itu banyak sukanya dibanding dukanya. Karena umumnya para pegiat literasi di Indonesia mengusung gerakan literasi dari hatinya,” aku Firman.

Hingga saat ini ada ribuan TBM di seluruh Indonesia. Firman merasa banyak teman.

“Kami menyebutnya energi literasi. Setiap tempat begitu banyak gerakan literasi diinisiasi. Ini menjadi modal bagi Indonesia di masa depan.”

Firman melanjutkan bahwa setiap orang harus bergerak. Di Banten, Firman menginisiasi Komunitas Motor Literasi yang anggotanya berasal dari geng motor. Ini bagian dari project sosial yang sedang diusungnya.

Ia ingin membuktikan bahwa orang-orang marginal sekalipun akan ikut terlibat dalam gerakan literasi jika memiliki pendekatan yang tepat. Hal itu jugalah yang membuat Firman diganjar mendapat penghargaan dari IKAPI.

“Sekarang, anak-anak motor itu tidak hanya mengirimkan buku ke kampung-kampung. Mereka juga jadi rajin baca bahkan sekarang setiap hari secara bergantian mereka menjadi pustakawan di TBM Motor Literasi. Jika mau pinjam buku, ada sekitar 5000 buku yang bisa diakses. Silakan datang,” pungkasnya. (Bantennews/LLJ).

Copyright @2018 FBn