Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 Resmi Dibuka Menpar

Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 Resmi Dibuka Menpar

Pembukaan Festival Pesona Tanjung Lesung ditandai dengan memukul Lesung.

Pandeglang, fesbukbantennews.com (29/9/2018) – Menteri Pariwisata Arief Yahya secara resmi membuka Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 di Desa Wisata Cikadu, Kabupaten Pandeglang, Jumat (28/9/2018).

Sebelum membuka acara festival, menpar terlebih dahulu akan meninjau destinasi digital pasar berbatik Cikadu sekaligus meresmikan pasar digital tersebut. Setiba di kawasan festival, menpar disambut dengan tarian tarian colosal “Buah Gandrung Nyai Tanjung”.

Pembukaan Festival Pesona Tanjung Lesung 2018 secara resmi akan ditandai dengan menumbuk Lesung bersama Menteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Banten Wahidin Halin, Wakil Gubernur Andika Hazrumy, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati dan forkominda. Dalam kesempatan tersebut juga akan berlangsung penandatanganan nota kesepahaman antara PT. Banten West Java dengan Perum Damri tentang Pengembangan Fasilitas Akomodasi di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

Festival tahun ini berlangsung dalam tiga lokasi berbeda, yakni di kawasan KEK Tanjung Lesung, di Kampung Cipapon, dan Kampung Cikadu. Tiga lokasi tersebut masing-masing memiliki agenda yang berbeda, seperti di Tanjung Lesung Resort digelar agenda rhino x-triathlon race, rhino mtb xc marathon, dan fire dance. Sementara di Kampung Cipanon akan digelar agenda seperti pasar kolecer, kuliner dan cinderamata, lomba kolecer dan layang peuteng, pagelaran musik dan kesenian tradisional, penjualan paket wisata murah, dan festival homestay cantik.

Dalam sambutanya, Menteri Arief Yahya mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai hal dalam mempercepat akses untuk menuju Tanjung Lesung.

“Untuk jalur darat, Presiden Joko Widodo telah mencanangkan pembangunan jalan tol Serang – Panimbang pada 2015 lalu yang saat ini pembangunannya sudah mencapai 45 persen dari total 84 km. Sedangkan untuk jalur rel kereta api, reaktivasi jalur hingga Menes Pandeglang segera dilakukan,” kata Menpar.

Berikutnya untuk jalur laut, lanjut Menpar, kunjungan kapal pesiar beberapa waktu lalu ke Tanjung Lesung menjadi sebuah langkah awal.

“Selanjutnya dari pembicaraan saya dengan perwakilan pihak ASDP, mereka berminat membangun pelabuhan dan marina di Tanjung Lesung,” lanjutnya.

“Sedangkan untuk jalur udara, Saya menunggu Ibu Bupati menyiapkan lahan dan Bapak Gubernur untuk menetapkan lokasi. Sedangkan sisanya serahkan kepada Saya. Karena kalau sudah ada bandara, Tanjung Lesung bisa setara Banyuwangi,” ujarnya.

Pemerintah telah menetapkan Tanjung Lesung sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata dan juga masuk kedalam 10 Bali baru. Bersamaan dengan Hal tersebut pemerintah juga mentargetkan 1 juta wisatawan mancanegara akan datang ke Tanjung Lesung. Dengan demikian tentunya keberadaan bandara internasional akan sangat membantu hal tersebut.

“Kita berharap acara ini bisa dinikmati oleh masyarakat sekita. Kita buat pasar kolecer dan pasar digital berbatik Cikadu dalam rangka mengenalkan kearifan dan produk lokal yang bisa dijual dan memiliki dampak ekonomi pada masyarakat,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita berharap Festival Tanjung Lesung dapat memberikan daya ungkit bagi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Pandeglang, sehingga nantinya akan berdampak pada peningkatan laju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Event festival Tanjung Lesung juga bisa mendongkrak kunjungan wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Pandeglang,” terangnya. (LLJ).

Copyright @2018 FBn