Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » FBn dan Citizen Journalism di Banten (1): Dari Dunia Maya Beraksi dengan Nyata
Abdul Malik,Dekan FISIP Universitas Serang Raya (UNSERA

FBn dan Citizen Journalism di Banten (1): Dari Dunia Maya Beraksi dengan Nyata

Serang,fesbukbantennews.com (2/5/2017) – Dalam beberapa tahun belakangan di berbagai kota dan daerah di Indonesia bermunculan gerakan citizen journalism melalui media online, termasuk di jejaring sosial, baik yang diinisiasi oleh individu, lembaga nirlaba, maupun komunitas tertentu. Di jejaring sosial mereka membuat tautan dan mengisinya dengan laporan-laporan khas jurnalisme – baik dalam bentuk berita/narasi maupun foto peristiwa dan mensharenya kepada sesama komunitasnya maupun users yang lain.

Abdul Malik,Dekan FISIP Universitas Serang Raya (UNSERA)

 

***

 

Banten tidak terlepas dari dinamika dan geliat gerakan citizen journalism dimaksud. Di antaranya ada yang memanfaatkan media jejaring sosial facebook sebagai wadah gerakan tersebut seperti dilakukan Fesbuk Banten News (FBN). Selain memiliki portal tersendiri bernamafesbukbantennews.com, FBN juga memiliki tautan di facebook. Sejak dibentuk pada 4 April 2010, FBN yang berada di bawah Divisi Pendidikan Rekonvasi Bhumi, sebuah LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup, cukup aktif mengangkat berbagai peristiwa yang terjadi di Provinsi Banten, serta memiliki potensi besar untuk menjadi media alternatif atau setidaknya  menjadi ‘penyeimbang’ atas keberadaan media-media mainstream.

 

FBN memiliki relawan  yang terdiri dari berbagai profesi dan tersebar di berbagai wilayah di Banten dan daerah-daerah lain di Indonesia, serta beberapa di antaranya di luar negeri, sehingga memungkinkan untuk mewartakan berbagai peristiwa terkait dengan Banten. Pada beberapa kasus juga banyak peristiwa atau informasi yang tidak muncul di media mainstreamtetapi muncul di FBN, terutama informasi seputar  kasus korupsi, pelayanan publik dan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang dinilai banyak pihak tidak pro terhadap kepentingan rakyat, baik melalui pemberitaan/narasi maupun foto peristiwa. Dampaknya, selain membuat ‘panas kuping’ tetapi juga membuat para pejabat maupun lembaga-lembaga pemerintahan merasa lebih terawasi dan berhati-hati dalam membuat kebijakan. Dalam hal ini FBN cukup berhasil menjalankan fungsi social control-nya

 

Kenyataan ini tentu menimbulkan ketertarikan banyak pihak untuk menjadikan FBN sebagai   media alternatif, sehingga dari hari ke hari jumlah masyarakat yang mengaksesfesbukbantennews.com maupun tautannya difacebook semakin bertambah. Tidak hanya itu, pemberitaan FBN juga memiliki kekuatan dalam membangun opini publik, bahkan mampu membangun jurnalisme empatik terhadap objek/subjek yang diberitakan terutama seputar kemiskinan dan kesehatan. Terbentuknya opini publik dan  munculnya ‘people power’ semacam ini memang memungkinkan terjadi mengingatfacebook yang dijadikan sebagai medium oleh FBN memiliki kapasitas untuk itu. Dalam hal ini, FBN cukup berhasil memanfaatkan facebookuntuk menggalang opini dan membangun kekuatan ‘people power’ lewat jurnalisme empatiknya dalam bentuk kepedulian para pengakses FBN terhadap masyarakat yang kurang beruntung atau diperlakukan tidak adil.

 

Sebagai misal adalah ketika pada Juli 2010FBN mewartakan Subiantoro, siswa SMA juara olimpiade sains tingkat Povinsi Banten yang terancam putus sekolah karena ketiadaan biaya. Tak lama setelah berita itu muncul, masyarakat – utamanya para pengakses FBN — serta merta memberikan bantuan dalam rupa-rupa bentuk, sehingga Subiantoro dapat kembali bersekolah tanpa harus memikirkan biaya.  Dalam perjalanannya, FBN kemudian tidak hanya menjadi medium untuk gerakan citizen journalism, melainkan berhasil pula menjadi medium bagi gerakan civil society dalam bentuk kepedulian sosial. Dalam hal ini FBN memiliki tagline Dari Dunia Maya Beraksi dengan Nyata.

 

Pembentukan opini dan ‘penggalangan massa’ sebagaimana berhasil dilakukan FBN sejatinya tidaklah mengherankan karena dalam berbagai kasus baik di dalam negeri maupun luar negeri, facebook sangat efektif dijadikan alat untuk menggalang kekuatan masyarakat untuk melawan kekuatan dan kekuasaan status quo. Bagaimana misalnya kita tahu gerakan di jejaring sosial utamanya facebook, mampu menggulingkan kekuasaan Presiden Mesir Hosni Mubarak, atau Barack Obama yang berhasil menggalang dukungan masyarakat melalui jejaring sosial hingga menjadikannya sebagai Presiden Amerika Serikat. Begitu pula di Indonesia, kasus ‘ketidakadilan’ yang dialami Prita Mulyasari atau Bibit-Candra mendapatkan perhatian begitu luar biasa setelah sejumlah pihak membuat gerakan melalui facebook dan jejaring sosial lain, sehingga mampu mengubah kebijakan kekuatan ‘status quo’.

 

Kehadiran internet yang berimbas munculnya berbagai media online, termasuk fenomena citizen journalism melalui beragam media sosial yang membawa dampak pada tumbuhnya  gerakan sosial – termasuk di dalamnya gerakan kepedulian sosial – merupakan dampak positif dari perkembangan teknologi komunikasi itu sendiri. Sebab, perubahan yang terjadi pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan manusia sendiri. Marshall McLuhan (dalam Nurudin, 2007: 185) melalui teorinya, Technological Determinism Theory, menyatakan bahwa penemuan dalam teknologi komunikasi menyebabkan perubahan budaya, perubahan di dalam jenis-jenis komunikasi  akhirnya membentuk kehidupan manusia, dan kita membentuk peralatan untuk berkomunikasi, dan akhirnya peralatan untuk berkomunikasi yang kita gunakan  membentuk atau memengaruhi kehidupan kita sendiri.

 

 

Dulur FBN: Pembaca Sekaligus Pewarta

 

 

Selain memiliki portal tersendiri bernamafesbukbantennews.com, FBN juga memiliki tautan di facebook. Sejak dibentuk pada 4 April 2010, FBN yang berada di bawah Divisi Pendidikan Rekonvasi Bhumi, sebuah LSM yang bergerak di bidang lingkungan hidup, cukup aktif mengangkat berbagai peristiwa yang terjadi di Provinsi Banten, serta memiliki potensi besar untuk menjadi media alternatif atau setidaknya  menjadi ‘penyeimbang’ atas keberadaan media-media mainstream.

 

 

Andi Trisnahadi, ketua Divisi Pendidikan Rekonvasi Bhumi sekaligus salah satu pendiri FBN, mengaku tidak pernah menduga bahwa FBN akan menjelma menjadi gerakan citizen journalism. Ia menyatakan FBN adalah pilihan terakhir yang diambil pihaknya dalam mewujudkan program kerja divisinya. Awalnya muncul keinginan menerbitkan media berbasis percetakan seperti tabloid atau majalah. Namun karena persoalan dana, kemudian diputuskan untuk menerbitkan media berbasis online. Selain relatif murah, media berbasis online dipandang efektif dalam menyebarkan berbagai informasi kepada masyarakat.

 

Media online tersebut diberi nama fesbukbantennews.com atau biasa disingkat FBN,dengan tampilan agak menyerupai tampilanfacebook. Agar lebih cepat dikenal dan semakin mengakar FBN kemudian membuat tautan difacebook, sehingga memungkinkan adanya keterlibatan aktif dari pembaca menginformasikan segala peristiwa yang terjadi, termasuk terjalinnya komunikasi yang aktif dan atraktif antar-sesama pembaca.  Hasilnya, sampai dengan Desember 2015, FBN telah memiliki lebih dari 54 ribu pembaca/follower. Mereka bukan saja tinggal wilayah Banten tetapi juga warga lain yang tinggal di berbagai daerah di Indonesia termasuk mahasiswa dan para tenaga kerja di luar negeri yang memiliki pertalian dengan Banten. Andi Trisnahadi, mengatakan bahwa pembaca FBN berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar PNS, wartawan, polisi, tukang ojek, tukang nasi goreng, bos kayu hingga juragan beras.

 

Sebagaimana jamaknya gerakan citizen journalism, maka pewarta atau wartawan yang aktif mewartakan berbagai fakta dan peristiwa itu adalah para pembaca FBN sendiri. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi pembaca tetapi sekaligus sebagai pewarta. Oleh FBN mereka diberi julukan sebagai Dulur FBN.  Namun tidak semua pembaca aktif menjadi pewarta. Dalam hitungannya, pembaca FBN yang benar-benar aktif menjadi pewarta hanya berada di kisaran 200 orang saja.  “Jumlahnya hanya sekitar 200-an saja tetapi keberadaan mereka kan menyebar di berbagai wilayah di Banten, termasuk di luar negeri, dengan segala profesinya. Mereka itulah yang aktif mengirim berbagai informasi dan peristiwa. Kondisi ini memungkinkan bagi FBN untuk senantiasa meng-up date segala informasi terkini khususnya tentang Banten”

 

 

Para pewarta ini terdiri dari berbagai profesi dan tersebar di berbagai wilayah di Banten dan daerah-daerah lain di Indonesia, serta beberapa di antaranya tinggal di luar negeri, sehingga memungkinkan untuk mewartakan berbagai peristiwa terkait dengan Banten. Peristiwa yang diberitakan pun cukup beragam, mulai sebatas informasi tentang kemacetan lalu lintas di wilayah tertentu di Provinsi Banten, aktivitas sosial,  berita kecelakaan, bencana alam, dan sebagainya.

 

 

Ade Jahran, mantan wartawan yang kini menjadi anggota Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Provinsi Banten, mengaku selain menjadi pembaca FBN juga kerap mengirimkan berbagai informasi kepada admin FBN untuk selanjutnya dimuat di facebook FBN. Dalam hal ini Ade Jahran mengatakan:  “Informasi yang saya kirimkan ya seperti tentang kemacetan lalu lintas. Misalnya, ketika saya melintasi jalan tertentu dan kebetulan keadaannya macet, maka informasi tentang kemacetan itu saya teruskan ke admin FBN untuk kemudian diwartakan. Informasi seperti itu bersifat biasa-biasa saja sebetulnya tetapi penting disampaikan ke masyarakat agar mereka yang kebetulan hendak bepergian dapat terhindar dari kemacetan”

 

Sedangkan informasi yang dikirim oleh pewarta dari luar negeri antara lain tentang kabar TKI asal Banten dan tentang seputar mahasiswa Banten yang menuntut ilmu di  luar negeri. Pada beberapa kasus juga banyak peristiwa atau informasi yang tidak muncul di media mainstreamtetapi muncul di FBN, terutama informasi seputar  kasus korupsi, pelayanan publik dan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah yang dinilai banyak pihak tidak pro terhadap kepentingan rakyat, baik melalui pemberitaan/narasi maupun foto peristiwa.

 

Pada praktiknya tidak seluruh informasi dan peristiwa kiriman pembaca dimuat di FBN. Untuk menghindari informasi/peristiwa fiktif, pihak FBN melalui adminnya, melakukan proses seleksi yang cukup ketat. Dalam hal ini, admin FBN Lulu Jamaluddin menjelaskan tentang proses pengiriman berita hingga pemuatannya di FBN. Prosesnya diawali dengan  pengiriman berita oleh pembaca melalui inbox, email atau melalui short message service (SMS). Admin selanjutnya melakukan verifikasi dengan cara memastikan kebenaran identitas pengirim dan tentu saja kebenaran informasi dan peristiwanya. Setelah selesai diverifikasi admin kemudian memuatnya di FBN. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dalam setiap pemuatan informasi/peristiwa maupun foto peristiwa di FBN, admin selalu mencantumkan identitas pengirim.“Jadi, berita kirim pembaca tidak langsung kami muat, tetapi diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama kemungkinan munculnya peristiwa yang sesungguhnya tidak terjadi”.

 

 

Melalui proses seleksi seperti itu FBN mampu menjaga akurasi pemberitaan yang dikirim oleh pembaca meskipun pada beberapa kasus pernah juga kecolongan. Karena itu pula, pada beberapa kasus pemberitaan yang dikirim pembaca, Lulu mengaku harus melakukan verifikasi begitu ketat terutama terhadap pembaca yang baru pertama kali mengirimkan berita untuk memastikan bahwa si pengirim tidak anonim dan siap mempertanggungjawabkan isi berita tersebut, termasuk untuk berita-berita yang memiliki sensitivitas agar terhindar dari komplain. Sebagai admin Lulu membuka akses 1 x 24 jam bagi pembaca yang ingin mengirimkan berita ke FBN, sehingga ia kapan dan di manapun dapat meng-update berita-berita di FBN. Lulu menghitung, selain dia sendiri yang melakukan peliputan berita di lapangan untuk dimuat di portalfesbukbantennews.com dan dishare di akun facebook milik FBN, dalam sehari tidak kurang lima hingga sepuluh pembaca mengirimkan berita ke FBN, kendati tidak semuanya dimuat karena tidak lolos verifikasi.

 

Untuk memperkuat jejaring dan membangun secara masif gerakan citizen journalism, FBN menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas yang ada di Banten seperti komunitas literasi Rumah Dunia dan Komunitas Bahasa Jawa Banten (BJB), termasuk dengan berbagai institusi negeri maupun swasta. Dengan berbagai komunitas dan institusi tersebut FBN kerap  menggelar  berbagai kegiatan. Terakhir, pada Desember 2015 FBN bekerjasama dengan Komunitas BJB menggelar kegiatan festival dolanan tradisional di Alun-alun Kota Serang. Kegiatan-kegiatan semacam itu, selain menarik minat masyarakat, juga dengan sendirinya menimbulkan efek yang positif bagi keberadaan FBN di masyarakat termasuk dalam hal pertumbuhan jumlah pembaca maupun pewarta FBN.(Bersambung)  .(LLJ)

Penulis : Abdul Malik : Dekan FISIP Universitas Serang Raya (UNSERA)

 

Sumber: http://www.malcomm.my.id/2017/04/fbn-dan-citizen-journalism-di-banten-1.html?spref=fb&m=1

Copyright @2016 FBn