Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » Dua Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 
Eks Relawan WH-Andika bentuk Tim Kajian .

Dua Tahun Kepemimpinan WH-Andika, Eks Relawan Bentuk Tim Kajian 

Serang,fesbukbantennews.com (18/6/2019) – Para eks relawan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Wahidin Halim – Andika Hazrumy atau WH-Andika pada Pilkada Banten 2017 lalu terus menunjukan kinerjanya yang dianggap kewajibannya untuk kepentingan masyarakat Banten. Yakni dengan terus mengawal kepemimpinan WH-Andika sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, yang kini sudah memasuki dua tahun kepemimpinannya.

Eks Relawan WH-Andika bentuk Tim Kajian .

Menindaklanjuti rekomendasi pertemuan mantan relawan WH-Andika saat buka puasa bersama di salah satu rumah makan di Kota Serang pada 30 Mei 2019 lalu. Muhammad Fachrudin sebagai ketua terpilih membentuk Panitia Pelaksana Rekomendasi Relawan (PPRR).

PPRR ini bekerja untuk membentuk Tim Kajian 2 Tahun WH-Andika yang akan mengkaji kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang sudah menjabat selama 2 tahun.

Ketua PPRR Fachrudin mengatakan, Tim Kajian 2 Tahun WH-Andika merupakan rekomendasi dari para relawan yang terbentuk pasca acara buka bersama pada 30 Mei 2019.

“Struktur PPRR terbagi menjadi dua, satu penyelenggara atau OC dan satu lagi tim kajian,” kata Fachrudin saat Jumpa Pers di Rumah Makan Sari Banten Kota Serang pada Senin, 17 Juni 2019.

Ia menjelaskan, tim kajian dikoordinasikan oleh Ucu Nur Arif Jauhar didampingi Sekretaris Ifan Novpriyanto. Sedangkan tim pengarah kajian diisi oleh Prof. DR Soeganda Priatna, Zainal Aminin, Yhannu Setyawan, Boyke Pribadi, Isbandi, Rapih Herdiansyah dan Rohmatul Fajri.

“Prof. Soeganda itu guru besar di Unpad, walau berkarir di Jawa Barat, beliau asli orang Banten dan salah satu aktivis di Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten,” jelas Avhenk Batu Banten sapaan M Fachrudin.

Untuk diketahui, tim tersebut akan mengkaji empat bidang, yaitu visi misi dan janji kampanye, kinerja WH-Andika, reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Sementara Koordinator Tim Kajian, Ucu Nur Arif Jauhar menjelaskan, dengan membentuk Tim kajian ini, agar tidak menimbulkan fiksi di masyarakat Banten, terkait beredarnya isu kinerja Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Banten.

“Kita membuat kajian ini suapaya tidak ada isu. Ini WH kinerjanya lambat. Andika tidak dilibatkan. Inikan cuma isu-isu aja. Tetapi dengan adanya kajian ini, Insya Allah akan selesai dibulan September nanti,”ujarnya.

Dikatakan Ucu, kajian ini diharapkan untuk menjawab persoalan kinerja kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah berjalan selama Dua Tahun.

Sementara, Kajian ini memerluakan waktu yang cukup lama. Sebab, lanjut Ucu, atas nama relawan tidak bisa gegabah dalam mengkaji atau berbicara asal-asalan.

“Kita tunggu di bulan september. Apakah ada fiksi atau tidak, nanti kita bicarakan disitu. Kalau memang WH jelek ya jelek. Kalau emang baik iya baik. Kalau pun ternyata andika tidak dilibatkan dalam kebijakan, nanti akan terlihat. Ada aja analisa kita. Kita disini mencoba menengahi saja,” jelasnya.

Selain itu, Ucu menilai, ada beberapa ke janggalan dalam proses pelelangan. Untuk itu, pihaknya akan melakukan analisa terlebih dulu. Menurutnya ada Dinas terkait yang tidak menerima pelelangan tersebut.

“Tiba-tiba pokjanya malah mengulang-ulang lelang. Ini kita belum dapat data yang terinci. Nah ini bisa indikasi beberapa orang. Wah ini rebutan antara Dua kelompok. Kita bisa belum berani mengatakan itu,” kata Ucu

Pada prinsifnya, lanjut Ucu, persoalan ini menjadi tanggung jawab para relawan WH-Andika. Untuk itu, Tim kajian akan menentukan jawaban pada bulan September sampai Oktober yang akan datang.

“Tunggu di bulan september aja. Apakah relawan menilai WH dan andika itu masih padu atau tidak. Tunggu di bulan September atau oktober. Nanti para relwan kita menentukan sikap,” pungkasnya.(abahmudhof/LLJ).

Copyright @2018 FBn