Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dituding Alat Politik, Koordinator MPS Banten Matin Syarkowi Minta GNPF MUI Dihubarkan
Acara Syiar Ksbangsaan di PWNU Banten, Kamis (8/6/2017).

Dituding Alat Politik, Koordinator MPS Banten Matin Syarkowi Minta GNPF MUI Dihubarkan

Serang,fesbukbantennews.com (8/6/2017) – Presidium Alumni 212 direncanakan akan menggelar Aksi Bela Ulama (ABU) 96 di Jakarta, Jumat (9/6/2017) besok. Aksi tersebut akan berpusat di Masjid sebagai aksi solidaritas terhadap sejumlah tokoh yang tengah menjalani proses hukum di kepolisian. 

Acara Syiar Ksbangsaan di PWNU Banten, Kamis (8/6/2017).

 

Koordinator Majelis Pesantren Salafi (MPS) Banten, KH. Matin Syarkowi meminta agar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) untuk membubarkan diri, menurutnya ini rawan dijadikan sebagai alat politik.

 

“Yang namanya fatwa gak perlu dikawal-kawal, fatwa itu pendapat ulama, itu sifatnya tidak mengikat. GNPF-MUI itu gerakan politik kok,” katanya saat ditemui di PWNU Banten di acara Syiar Kebangsaan ,Kamis  (8/6/2017).

 

Kiyai Matin juga mengatakan bahwa GNPF MUI rawan dijadikan sebagai tempat menumpang hidup pemikiran-pemikiran radikal dan anti pancasila, sebab setiap gerakan yang dilakukannya cenderung memusuhi negara.

 

“Rawan dijadikan tempat numpang pemikiran radikal. Kami juga umat islam, tunjukan islam itu rahmatan lil alamin dong,” tutur Ketua PCNU Kota Serang ini.

 

Dirinya mengimbau kepada masyarakat Nahdliyin, dan para pimpinan pesantren salafi di Banten  tidak ikut serta dalam aksi besok, agar memilih untuk mengevaluasi diri, berdzikir dan bermunajat kepada Allah.

 

“Tanpa GNPF-MUI orang dzolim dan baik juga nanti akan dibalas Allah, jadi besok masyarakat Nahdliyin agar tidak ikut aksi besok. Tidak ada itu yang namanya kriminalisasi ulama,” tutupnya.(vdo/LLJ)

Copyright @2016 FBn