Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Ditolak BPJS, Balita di Ciruas Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan
Ilham Putra Usman, Balita penderita hidrosepalus di Ciruas Kabupaten Serang.(LLJ)

Ditolak BPJS, Balita di Ciruas Penderita Hidrosefalus Butuh Bantuan

Serang,fesbukbantennews.com (20/3/2017)  – Selain membutuhkan penanganan medis  cepat,balita  penderita hidrosepalus di Desa Ranjeng,Ciruas Kabupaten Serang ,Ilham Putra Ausman (3), membutuhkan bantuan dana  untuk biaya berobat. Putra pasangan Usman (33) dan Amelia (27) ini sejak lahir menderita hidrosepalus dan  BPJS yang dimilikinya tak berfungsi karena beda faskes.

Ilham Putra Usman, Balita penderita hidrosepalus di Ciruas Kabupaten Serang.(LLJ)

“Ini sudah dari lahir sudah begini (hidrosefalus). Kalau kondisinya alhamdulillah fisik sehat dan  mau makan. Paling kalau sakit kambuh paling kejang-kejang,” kata Amelia ditemui di kediamannya, Ciruas, Serang, Senin (20/3/2017).

Meski merupakan warga pendatang, Amelia dan suaminya sudah tujuh tahun beedomisili di Ciruas. Amelia bersama suaminya  sehari-hari menjual gorengan di depan salah satu perumahan di Ciruas. Keluarga mengalami kesulitan dana untuk membiayai pengobatan.

Dia bercerita, anaknya sudah beberapa kali pernah dibawa ke rumah sakit di Serang. Namun, karena BPJS yang dimiliki berasal dari Sumedang, anaknya pernah ditolak pihak rumah sakit.

“Sudah ke rumah sakit. Kalau kendala kadang BPJS nggak bisa digunain (di Serang), kadang dibilang penuh,” kata Amelia.

Suatu kali, karena fasilitas BPJS ditolak, dia menggunakam fasilitas umum dengan biaya sendiri dan anaknya ditempatkan di ruang VIP.

Terakhir kali, lanjut Amel, Ilham kontrol ke rumah sakit sekitar 6 bulan lalu. Itu dilakukan saat sang anak mengalami kejang-kejang dan dibawa ke rumah sakit terdekat di Ciruas. Saat itu, dia dibantu dokter setempat dan mendapatkan keringanan.

Menurut dokter, ungkap dia, mengatakan hidrosefalus yang diderita Ilham harus mendapat penanganan medis yang cepat. Apalagi diameter ukuran kepala si anak, setahu Amel, sudah mencapai 80 cm.

“Saya berharap ada yang nolongin,karena kami kesulitan biaya untuk pengobatan. Biar cepet-cepet sembuh,” kata dia.

Sementara ,Ilham ,meski banyak diknjungi wartawan,nampak tak takut atau Malu. Dia tetap tersenyum sambil memainkan HP milik tetangga nya. (LLJ)

 

Copyright @2016 FBn