Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Ditegur Karena Kasus Plagiasi, Sholeh Ditolak Mahasiswa Jadi Rektor Untirta

Ditegur Karena Kasus Plagiasi, Sholeh Ditolak Mahasiswa Jadi Rektor Untirta

Serang,fesbukbantennews (5/6/2015) – Dokumen tentang kasus plagiasi yang dilakukan oleh Prof Dr H Sholeh Hidayat beredar di kalangan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Mahasiswa menolak professor tersebut untuk memimpin kembali Untirta.

Fotokopi dokumen teguran atas kasus plagiasi Sholeh Hidayat.

Fotokopi dokumen teguran atas kasus plagiasi Sholeh Hidayat.

Pada dokumen dalam bentuk foto copy tersebut, tertanggal 22 Maret 2010 dengan kop surat Untirta pada saat Sholeh Hidayat belum menjadi rektor, tepatnya pukul 10.00 WIB di ruang kerja rektor, atas rekomendasi rapat senat Untirta pada tanggal 19 Maret 2010. Prof Dr Ir Rahman Abdullah M Sc melakukan teguran secara lisan terhadap Sholeh Hidayat yang saat itu berpangkat Pembina Utama Madya/IVd.

“Telah melakukan teguran lisan tentang pengaduan pelanggaran karya tulis kepada Prof Dr Sholeh Hidayat M Pd,” begitu isi dokumen tersebut yang ditandatangi oleh Rahman Abdullah selaku pemberi teguran, dan Sholeh Hidayat sendiri selaku orang yang diberikan teguran.

Belum diketahui, mengapa dokumen yang dibuat pada tahun 2010 tersebut baru diketahui, seperti dokumen yang Bantenhits terima Kamis (06/04/2015). Namun demikian fakta tersebut memunculkan penolakan pencalonan Sholeh Hidayat sebagai rektor oleh mahasiswa, diantaranya kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Untirta Movement Community (UMC).

“Plagit dalam dunia akademis sangat bertentangan dengan Permenristek Dikti No 1 tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua/Direktur Pada Perguruan Tinggi Negeri,” terang Ningsih, salahsatu anggota UMC.

Pada Pasal 4 point L tertulis bahwa persyaratan untuk diangkat sebagai rektor tidak pernah melakukan plagiat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Maka dari itu, dengan tegas kami menolak pencalonan Prof Soleh menjadi salah satu kandidat rektor,” tambahnya.

Ia juga menilai, jika ditinjau dari Permenristek Dikti tersebut, calon rektor pertahanan Sholeh Hidayat tidak dapat mencalonkan diri sebagai rektor.

“Kemenristek Dikti sebagai lembaga tertinggi yang akan memproses pelaksanaan pemilihan rektor yang dilakukan oleh Universitas Sultan Ageng Tirtayasa diharapkan dapat selektif dalam proses pemilihan tiga calon Rektor Untirta. Tentu bukanlah seorang plagiator yang pantas untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan tertinggi ini. Kami menolak calon rektor plagiat,” tegasnya.(LLJ)

Copyright @2016 FBn