Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Ditangkap Polisi Karena Bawa Sabu, Ketua RT Menangis
Ketua RT di Tangerang (tengah) menangis di Mapolda Banten karena tertangkap bawa sabu.

Ditangkap Polisi Karena Bawa Sabu, Ketua RT Menangis

Serang,fesbukbantennews.com (30/8/2016) – Seorang Ketua RT di Cikupa, Tangerang Banten berinisial N menangis karena  tertangkap membawa sabu bersama rekanya berinisial B oleh petugas Subdit II, Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten di Mapolda Banten, Selasa (30/8/2016). Tersangka menangis lantaran menyesal telah mengkonsumsi sabu.

Ketua RT di Tangerang (tengah) menangis di Mapolda Banten karena tertangkap bawa sabu.

Ketua RT di Tangerang (tengah) menangis di Mapolda Banten karena tertangkap bawa sabu.

Dari tangan kedua tersangka polisi mengamankan satu paket sabu seberat 5,24 gram, dan sejumlah handphone yang digunakan kedua pelaku untuk bertransaksi.
N sang ketua RT menangis saat menjalani pemeriksaan Penyidik Subdit II, Direktorat Reserse Narkoba Polda Banten. N menangis lantaran menyesal mengkonsumsi sabu. N juga kenyesal karena teringat istri dan kedua anaknya.

“Saya menyesal karena memakai sabu dan inget istri dan kedua anak saya,” kata N di ruang pemeriksaan.

Kepada wartawan, N mengaku memakai sabu bersama B yang diketahui sebagai pengedar, lantaran berhutang budi. Karena B merupakan orang yang berjasa atas kemenangan N sebagai ketua RT.

Sementara itu, Kasubdit II Direktorat Reserse Narloba Polda Banten, AKBP Irwansyah mengatakan N dan B ditangkap saat dalam perjalanan dari Tangerang menuju Pandeglang tepatnya di daerah Palima kota Serang, Banten, Senin (29/8/201/) malam.

“Dari dalam kendaraan kedua tersangka kami mengamankan barang bukti sabu seberat 5,24 gram, sejumlah handphone milik kedua pelaku,”katanya.

AKBP Irwansyah juga mengungkapkan, tersangka B yang diduga sebagai pengedar mendapatkan sabu dari seorang bandar di wilayah Pandeglang, dengan cara memesan melalui telepon seluler. Dalam satu bulan tersangka B sering memesan sabu sebanyak 5 hingga 10 gram untuk diedarkan kepada rekan – rekanya.

Atasa perbuatanya kedua tersangka terancam pasal 111 dan 112 undang – undang narkotika dengan ancaman pidana 4 hingga 12 tahun penjara.(mezaluna/LLJ).

Copyright @2016 FBn