Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dinkes Kabupaten Serang Lamban Tangani Serangan DBD

Dinkes Kabupaten Serang Lamban Tangani Serangan DBD

Serang,fesbukbantennews (22/4/2015) – Serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) tampaknya masih menghantui warga di Kabupaten Serang. Kini di Kampung  Gabus Sukamaju Rt14/06 Desa Gabus Kecamatan Kopo lima orang warga terserang penyakit tersebut. Hal ini dikeluhkan oleh Kepala desa (Kades) Gabus lantaran penanganannya sangat lamban.

Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

Hal ini dikatakan Nana Supriatna selaku kades gabus sedikitnya ada lima warga yang positif DBD, dan kemarin dan hari ini sudah dilakukan fogging atau pengasapan.

“ini mah sudah ada korban, baru ditanggapi dan dilakukan fogging (pengasapan-red), padahal sebelum ada korban saya sudah jauh-jauh hari meminta dan melaporkannya kepda pihak puskesmas,” katanya Nana saat dihubungi wartawan melalu telpon, Selasa (21/4/2015).

Padahal, lanjut Nana, dinas Kesehatan terkesan lamban dalam Pengelola Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang (P2B2) Seksi Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), jangan sampai ada warga kami yang meninggal baru ditanggapi.

“Pihak puskesmas katanya tidak mempunyai alat foggingnya, melainkan harus melalui dinas kesehatan, jadi saya lapor kepada camat, agar secepatnya dilakukan tindakan. Padahal sudah jauh-jauh hari meminta hal tersebut agar tidak terjadi seperti ini,” katanya.

 

Nana juga menginginkan, pemerintah melalui dinas kesehatan agar melakukan sosialisasi cara yang paling efektif untuk dilakukan masyarakat tetap, dengan bagai mana cara pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Namun jika sudah terindikasi positif ada yang terserang maka akan dibantu dengan fogging atau bagai mana cara agar masyarakat tahu jika sudah terjangkit DBD cara penanganannya.
Pemerintah seharusnya, lanjut Nana, tanggap dan juga mengantisipasi penyebaran DBD. Dan sampai saat ini, dinas kesehatan belum melakukan langkah-langkah kesehatan, seperti di antaranya melakukan cek lingkungan dan mengintensifkan pelaporan.

”Jika di lapangan positif terjadi penularan maka bagaimana yang akan dilakukan oleh masyarakat, dan bila tidak ada penularan kami sebagai masyarakat harus bagaimana melakukannya, jangan sampai ada yang meninggal. Lebih baik mencegah, dari pada harus mengobati, karna dari lima masyarakat yang terjangkit DBD ini semuanya masyarakat tidak mampu,” jelasnya. (men/LLJ)

Copyright @2016 FBn