Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dinkes Kabupaten Serang Kunjungi Warga Cikeusal Terduga Difteri
Dinkes Kabupaten Serang Kunjungi Warga Cikeusal Terduga Difteri

Dinkes Kabupaten Serang Kunjungi Warga Cikeusal Terduga Difteri

Serang,fesbukbantennews.com (25/9/19) – Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Serang dipimpin oleh bak Dadang didampingi Stsf Desa Cikeusal dan Kepala Puskesmas Cikeusal Dwi Joko Purnomo juga Perangkat Desa Panosogan, Kunjungi Pasien Warga Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal,Kabupaten Serang, terduga difteri yang pindah tinggal bersama orang tuanya di Kampung Pasir Muncang Desa Panosogan Kecamatan Cikeusal,Rabu (25/9/2019).

Dinkes Kabupaten Serang Kunjungi Warga Cikeusal Terduga Difteri.

Menurut keterangan staf Desa Cikeusal Fuji Firman Fauji “membenarkan bahwa, Sukiran yang terduga terjangkit difteri tersebut adalah warga desanya yang sekarang sementara pindah tinggal bersama orang tuanya di Desa Panosogan, untuk menangani hal tersebut kami berkoordinasi dengan pihak Desa Panosogan juga Puskesmas Cikeusal dan ditindaklanjuti ke Dinas Kesehatan Kabupaten Serang”

Alhasil tim Dinas Kabupaten Serang mengunjungi pasien ditempat tinggalnya, yang sementara ini beradasrkan keterangan warga dan ketua RT setermpat beserta Tokoh Masyarakat lain pasien enggan diajak berobat dan dirawat sebagaimanamestinya, namun pihak terkait bersama warga sekitar sudah melakukan pendekatan persuasif ke pihak keluarga agar pasien dapat dirawat di RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang.

Selain itu Dinas Kesehatan Kabupaten Serang bersama Puskesmas Cikeusal dibantu para kader puseksmas Desa Panosogan melakukan pencegahan dengan memberikan imunisasi ke keluarga dan anak-anak yang tinggal di sekitar rumah pasien, untuk mencegah penularan virus dan hal lain yang tidak diinginkan, dan menurut kepala puskesmas juga dinas kesehatan perawatan pasien akan difasilitasi karena dikategorikan KLB (Kejadian Luar Biasa).

 

Sementara, Sekdes Desa Cikeusal yang juga masih kerabat pasien ,Ali Robayi a mengatakan ada kemungkinan belum mau dibawa ke rumah sakit karena belum ada anggota keluarga untuk mendampingj pasien tersebut. Sebab ibu pasien juga sedang sakit.(kanglalan/LLJ).

Copyright @2018 FBn