Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dikendalikan Tengkulak, Harga Beras di Banten Naik 30 Persen

Dikendalikan Tengkulak, Harga Beras di Banten Naik 30 Persen

Serang,FESBUK BANTEN News (27/2/2015) – Harga beras di Provinsi Banten mengalami kenaikan mencapai 30 persen dari sebelumnya. Menurut Disperindag Banten Mahalnya harga beras tersebut seharusnya bisa distabilkan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Stok Beras di Bulog Suvdivre Serang Banten.

Stok Beras di Bulog Subdivre Serang Banten.

“Karena beras di Banten ini asalnya dari Kabupaten Pandeglang, tapi tidak bisa langsung dijual di sini. Beras dari Banten ini sampai ke tangan tengkulak dengan tawaran harga yang lebih tinggi,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Banten, Mashuri saat ditemui di kantornya, di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis (26/2)

Harga beras di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, beras berkualitas rendah dijual dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per liter. Sementara untuk beras berkualitas sedang dihargai Rp 8.000 hingga Rp 9.000. Padahal sebelumnya, harga beras kualitas rendah dijual dengan herga 6.000 dan sedang Rp 7.000 per liternya.

Menurut Mashuri, beras asal Kabupaten Pandeglang dikirim dulu ke wilayah Jawa kemudian di kemas baru dijual kembali ke wilayah Banten.

“Makanya jangan aneh kalau beli beras asal Banten tapi dari merk dagang asal Jawa Timur dan daerah lainnya. Karena para tengkulak ini. Sampai di Banten harganya sudah tinggi,” terangnya.

Menurut Mashuri, yang bertugas untuk menstabilkan harga beras di Banten adalah Bulog. Mashuri menyalahkan Bulog yang tak melakukan distribusi beras, sehingga harganya dimainkan oleh para tengkulak.

“ironis karena Banten terutama bagian selatan, menjadi lumbung penghasil beras. Secara kuantitas produksi kita tidak ada masalah. Ini sudah mencukupi. Tapi sekali lagi persoalannya bukan di situ. Persoalannya pendistribusiannya tadi. Makanya harga kemudian dimainkan oleh oknum tengkulak,” tegasnya.

Sedangkan menurut Kepala Sub Divisi Regional (Kasubdivre) Bulog Serang, mengatakan bahwa persoalan kelangkaaan terjadi karena banyak faktor. Seperi belum memasuki musim panen dan pensitribusian beras raskin yang terhambat.

“Bulog siap operasi pasar. Tidak langka, cuma kenaikan harga (beras). Kenapa naik, karena sekarang ini musim tanam, belum (musim) panen. Jadi stock beras di masyarakat berkurang. Kedua penyaluran raskin belum maksimal. Karena sudah dua bulan, raskin belum tersalurkan,” kata Kasubdivre Bulog Serang,
Guntur Mu’ayad, saat ditemui di gudang Bulog Serang yang berlokasi di Jalan Raya Cilegon, Desa Umbul Tengah, Kecamatan Taktakan, Kabupaten Serang, Kamis (26/2)

Stock beras raskin sendiri sebanyak 2.355 ton, namun sebanyak 1.780 ton beras raskin untk wilayah Kabupaten Serang belum disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang di bawah pimpinan Ahmad Raufik Nuriman.

“Stock bulog siap. Kalau ini sudah dimaksimalkan penyaluran raskin, harga beras bisa dikendalikan. Untuk enam bulan aman stocknya, jumlah nya 5.300 ton. Solusinya Maksimalkan raskin dan operasi pasar,” tegasnya.(Dhyie/LLJ)

Copyright @2016 FBn