Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dihadiri Kapolda dan Ketua DPRD, PCNU Kota Serang Gelar Hari Santri Nasional 2017
Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua PCNU Kota Serang Matin Syarkowi.

Dihadiri Kapolda dan Ketua DPRD, PCNU Kota Serang Gelar Hari Santri Nasional 2017

Serang,fesbukbantennews.com (22/10/2017) – Peringatan Hari Santri Nasional 2017 yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Serang dan Majelis Pesantren Salafiyah (MPS) Banten menggelar Istighosah dan Pembacaan Shalawat Nariyah di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Serang pada Sabtu, (21/10/2017) malam. Selain dihadiri ribuan santri, Juga dihadiri Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua DPRD Kota Serang H Subadri Ushuludin.

Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo dan Ketua PCNU Kota Serang Matin Syarkowi.

Ketua PCNU Kota Serang, KH Matin Syarkowi dalam kesempatan tersebut mengatakan Bale Rombeng (Pondok Salafi) adalah soko guru pendidikan karakter nusantara, dimana pesantren berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia dan mempunyai peranan yang sangat penting didalamnya. Sebab dikatakannya pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia.

“Bale Rombeng soko guru pendidikan karakter nusantara, dari sinilah peranan santri dan ulama menjaga sendi-sendi kehidupan bernegara,” kata Kiai Matin dalam sambutannya.

Dikatakan dia, pesantren kali pertama didirikan oleh para alim ulama yang populer dengan sebutan ‘Wali Songo’ ditempat-tempat sederhana dalam bentuk surau (Bale Rombeng). Dalam proses berdirinya Wali Songo melakukan pendekatan kultural kepada masyarakat.

“Artinya Islam masuk ke nusantara hingga kemerdekaan tetap menjaga karakteristik keberagaman, dan tetap terpelihara utuh,” terangnya.

Sementara ,Kapolda Banten dalam sambutannya mengatakan, malam tersebut adalah tasyakuran memperingati hari santri yang ke-3, adalah peristiwa yang sangat berharga.

“Pemerintah telah menetapkan tanggal 22 Oktober adalah hari santri karna yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan kebanyakan dari para kyai dan santri,” kata Kapolda.

Dia juga mengatakan, Indonesia yang kita cintai ini mempunyai 17 Pulo dengan bermacam macam suku bangsa, berbagai macam agama dan etnis. Itu adalah salah Satu modal untuk selalu bersatu dan mempertahankan NKRI.

“Indonesia selama 350 tahun kita di jajah Belanda karna waktu itu baru mau bersatu kita di pecah, dengan komplik-komplik saat ini yang terjadi kita harus waspada karna tidak menutup kemungkinan ini adalah permainan bangsa lain yang ingin memecahkan belah NKRI,” tukasnya.(pred/zae/LLJ)

Copyright @2016 FBn