Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dibangunkan Tetangga, Ibu dan Bayinya di Ciomas Selamat dari Kebakaran
Kondisi rumah Sahroni pasca kebakaran.

Dibangunkan Tetangga, Ibu dan Bayinya di Ciomas Selamat dari Kebakaran

Serang, fesbukbantennews.com (21/12/2017) – Seorang ibu rumah tangga Yani (21) bersama anaknya yang masih berumur 1 tahun 8 bulan nyaris menjadi korban kebakaran saat tidur nyenyak di rumahnya Kampung Babakan Ciomas, Desa Pondok Kahuru , Kecamatan Ciomas ,Kabupaten Serang.

Sahroni, dan cucunya yang selamat Dari kebakaran.

Ibu dan bayinya tersebut tak merasakan ada kebakaran meski rumahnya dikepung api. Lantaran selain kondisi di kampungnya mati lampu, juga kelelahan sebabis mengikuti penyelenggaraan Maulid.

“Untung tetangga pada teriak-teriak dan Juga mendobrak pintu belakang dan depan. Lalu membangunkan anak dan cucu saya yang tertidur lelap,” kata Sahroni, ditemui di rumahnya.

Sementara ,Yani menceritakan , musibah tersebut terjadi pada Minggu (17/12//2017) sekitar pukul 19.30 wib. Saat itu kedua anak dan cucunya tertidur lelap. Selain mati lampu, juga hujan gerimis.

Kondisi rumah Sahroni pasca kebakaran.

“Waktu itu mati Lampu dari siang Sampe malem. Habis magrib saya nyalain lilin biasa pake tatakan Piring, lilinnyapun bekas, cuma setengah, ditaro di atas Tv. Saya tinggal sebentar mau nidurin anak. Niiatnya habis nidurin anak Mau solat isya dan matikan lilin sebelum tidur, tapi karena saya kelelahan abis acara maulidan saya ketiduran, padahal cuma sebentar,” kata Yani.

Dan, lanjut dia, akkhirnya tetangga sebelah ada yang berteriak, dia mengira pohon duren di depan rumahnya tmbang. Dan Pas sya ngais anak kluar kamar.

“Astaga Api hampir Menepi ke dekat kamar, saya pun langsung gedor pintu kamar adik saya dan langsung keluar. Alhamdulillah kami bertiga selamat,” ujarnya, seraya mengatakan pada saat kejadian orangtua dan suaminya sedang berjualan di luar Desa.
Api berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dengan menggunakan air dan peralatan seadanya.

Relawan FBn menyampaikan amanat Dari dompet Dhuafa.

” Yang matiin bukan Damkar, tapi warga. Pada saat masih kebakaran kita pukul kentongan kayu sekeras mungkin dan akhirnya warga kumpul untuk memadamkan api,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, selain 75 persen rumah hangus terbakar, Juga seluruh isi rumah hangus. ” hanya baju yang nempel di badan saja yang selamat,” tukasnya.

Sementara, hingga Rabu (20/12/2017) malam ,belum ada bantuan dari pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten atau Provinsi. Bantuan sementara baru didapatkan dari relawan fesbuk Banten news dan Dompet Dhuafa Banten.(LLJ).

Copyright @2016 FBn