Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dianggap Memiliki Rasa Kemanusiaan Yang Rendah, Dokter RSUD Banten di Black List

Dianggap Memiliki Rasa Kemanusiaan Yang Rendah, Dokter RSUD Banten di Black List

Serang,fesbukbantennews (25/3/2015) Karena ulah puluhan dokter RSUD Banten yang melakukan aksi mogok sehingga tergganggunya pelayanan kesehatan, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten akan mem-black list para dokter.

RSUD Banten (foto:rief)

RSUD Banten (foto:rief)

“Mereka (dokter spesialis non PNS di RSUD Banten) itu memiliki rasa kemanusiaan sangat rendah. Kalau memang ingin mundur, mundur saja, jangan melakukan tekanan ke RS dengan cara mogok,” kata Kepala BKD Banten, Cepi S Alam, Rabu (25/3/2015).

Hal ini membuat terkejut para dokter spesialis yang melakukan aksi mogok. Dimana menurut para dokter, aksi mogok tersebut dilakukan karena rasa kesal yang sudah memuncak. Karena pelayanan manajemen RSUD Banten terkesan amburadul dan tak dibayarkannya insentif para dokter selama tiga bulan terakhir.

“Berarti memang tak ada good will. ‎Baca berita soal RSUD Banten belakangan ngakak aja deh. Tidak usah nunggu dipecat, sekarang saja sudah banyak yang resign. Kalo terus membohongi dokter, saya khawatir RSUD Banten juga diblack list di masing-masing kolegium profesi untuk melarang dokter baru bekerja disini,” kata salah satu dokter RSUD Banten yang identitasnya enggan disebutkan, Rabu (25/3).

Dirinya pun mencibir jika Sekda Banten, Kurdi Matin, yang akan memutuskan kontrak kerja para dokter. Dimana, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir saja, RSUD Banten kesulitan mencari dokter spesialis untuk bagian dokter bedah yang sudah mengundurkan diri terlebih dahulu.

“Tentu merupakan kerugian bagi RSUD Banten. Bagi kita tidak masalah yang penting tunaikan kewajiban RS yang harus diberikan kepada dokter, karena dokter sudah menunaikan kewajiban selama tiga bulan tanpa kompensasi,” tegasnya.
Sebelumnya sempat diberitakan bahwa, puluhan dokter spesialis dari RSUD Banten melakukan aksi mogok memberikan pelayanan karena kecewa atas manajemen rumah sakit yang tak transparan dan tak membayar insentif mereka selama tiga bulan terakhir.(dhyie/LLJ).

Copyright @2016 FBn