Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Di Panimbang, Polisi Bongkar Kuburan Istri yang Dibunuh Suami
Tim Gabungan dari polres Pandeglang, melakukan otopsi di TPU Paniis, Selasa (03/01), terhadap korban pembunuhan, yang dibunuh oleh suaminya sendiri.(Rai)

Di Panimbang, Polisi Bongkar Kuburan Istri yang Dibunuh Suami

Pandeglang,fesbukbantennews.com (4/1/2017) – Petugas dari Polres Pandeglang membongkar kuburan Rehno Agustina (30) warga. kampung Paniis, Desa Panimbang, Kecamatan Panimbang, Pandeglang yang jadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Yudi.

Tim Gabungan dari polres Pandeglang, melakukan otopsi di TPU Paniis, Selasa (03/01), terhadap korban pembunuhan, yang dibunuh oleh suaminya sendiri.(Rai)

Polisi terpaksa menggali kuburan Rehno, untuk melakukan Otopsi, guna melengkapi berkas perkara dan alat bukti penyebab kematian korban.
Kapolsek Panimbang, AKP Wahyu Bintarno, mengungkapkan jika otopsi terhadap korban, untuk melengkapi berkas perkara, serta alat bukti agar lebih jelas lagi penyebab dari kematian korban, yang terjadi pada 12 hari yang lalu.

“Ini untuk melengkapi berkas perkara kang, serta alat bukti biar lebih jelas lagi penyebab kematian korban. Tetapi untuk lebih jelasnya silahkan ke pihak Polres Pandeglang, karena yang melakukan otopsi tim dari Polres,”ujarnya, Selasa (3/1/2017).
Sementara, IPTU Haris, Kaur Binops Reskrim Polres Pandeglang, mengatakan jika otopsi yang dilakukan gabungan dari Dokpol, Dokes, Porensik, Inavis, DVI dan tim penyidik Polres Pandeglang. Semuanya melakukan pemeriksaan untuk kepentingan Penyidikan.
“Hal ini dilakukan atas persetujuan dari pihak keluarga korban, untuk melengkapi pembuktian dan kepentingan penyidikan. Memang pelaku sudah mengakui terhadap perbuatannya, yang menganiaya korban hingga meninggal, dengan latar belakang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), karena pelaku merupakan suami korban,” tegasnya.

Sementara itu,Yanto Kucir, Kakek korban pembunuhan mengatakan, sebagai keluarga atau kakek korban, dirinya berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal, dan dihukum seberat-beratnya. Karena perbuatannya, pelaku tega menganiaya cucu saya hingga meninggal dunia.
“Cucu saya ini orangnya pendiam, sehingga tidak pernah terbuka terhadap keluarga. Walaupun ada masalah dalam rumah tangganya, dia tidak pernah cerita. Memang suaminya itu orangnya pemarah, dan sering memukul istrinya. Yang lebih kasian lagi, cucu saya itu sedang mengandung,” ujar Yanto sambil menangis.

Ahyan, warga sekitar mengungkapkan, peristiwa yang menimpa korban yang dilakukan suaminya diduga akibat rasa cemburu.” korban dianiaya dengan cara dibacok oleh suaminya diduga karena pelaku cemburu,” kata Ahyan tanpa menjelaskan kromologi kejadian. (LLJ).

Copyright @2016 FBn