Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Di Depan Anaknya, Oknum TNI Aniaya Istrinya Saat Tanya Wanita Selingkuhan

Di Depan Anaknya, Oknum TNI Aniaya Istrinya Saat Tanya Wanita Selingkuhan

Serang,fesbukbantennews.com (12/01/2016) – Oknum anggota TNI berpangkat Sertu HF di duga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Fitria Yuningsih (32), dihadapan kedua anaknya pada Senin, 11 Januari 2016 malam.

Istri oknum TNI yang dianiaya suaminya.

Istri oknum TNI yang dianiaya suaminya.

“Dia (suami/HF) sering marah dan menyiksa saya jika saya menanyakan wanita lain. Yang saya sesali, dia sering memukul, menjambak dan menendang di depan anak- anak,” kata Fitria, saat ditemui di Danrem III/4 Serang, Selasa (12/01/2016).

Warga Komplek Tomon, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten tersebut bercerita bahwa kejadian kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kerap terjadi ketika menanyakan Wanita Idaman Lain (WIL).

Kejadian terbaru berlangsung pada Senin, 11 Januari 2016 malam, ketika Fitiria menanyakan struk belanjaan atas nama wanita di tas suaminya. Bukannya menjawab, sang yang telah menikahinya selama lima tahun dan dikaruniai dua orang anak tersebut melemparkan kipas angin ke arah kepalanya.

“Ditanya, bukannya jawab, malah ngelempar kipas angin ke kepala. Tapi saya tangkis dan mengenai tangan saya. Kipasnya hancur. Tangan saya juga berdarah,” terangnya.

Akibatnya, Fitria mendapatkan beberapa luka menganga di bagian tangan kirinya. Karena kipas angin yang dihantamkan dengan keras. Karena kekerasan yang diterimanya, Fitria melarikan diri ke rumah sang bibi membawa kedua anaknya saat sang suami terlelap tidur dengan darah masih mengalir ditangannya.

“Pas dia tidur, saya langsung pergi bawa anak-anak, jam 03.00 Wib,” jelasnya.

Penganiayaan tak berhenti disitu, pagi harinya sekira pukul 08.00 wib, sang suami menyusul ke rumah bibinya dan meminta dirinya pulang. Namun Ia tidak merespon, karena trauma atas penyiksaan yang pasti akan diterimanya kembali saat sampai dirumah.

“Saya gak mau ikut pulang, pasti dirumah dia ngamuk lagi, karena saya tidak respon, saya malah dipaksa pulang, di jambak, menyeret, dan menjejak punggung saya. Itu dia berani meski ada bibi dan anak saya,” tegasnya.

Melihat keponakannya disiksa kembali, Bibi yang bernama Tuti (50), langsung merebut Ria dari tangan suaminya, “Dasar gila itu orang, dirumah orang masih berani menyiksa, dirumah cuma perempuan semua. Saya dan Ria teriak- teriak. Saya peluk Ria dan sambil memaki suami Fitria. Tetangga juga pada tau,” jelas sang bibi, Tuti, ditempat yang sama, Selasa (12/01/2016).

Tuti mengatakan, dirinya sering melihat bekas siksaan di badan Ria. Meski sudah meminta maaf, anggota TNI yang dislogankan Jokowi ‘TNI Kuat Bersama Rakyat’ tersebut tetap melakukan penyiksaan kembali lagi jika sedang emosi, bahkan tak canggung dihadapan kedua anakny.

“Beberapa kali Ria di siksa suaminya, bahkan saya yang menangis jika melihat luka memar di badannya. Membayangkan saat ia disiksa. Saya harap suaminya dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya, kasian Ria sampai habis badannya. Yang sangat dikhawatirkan anaknya sering liat bapanya nyiksa ibunya. Anaknya masih kecil, kasian. Kadang kita dapat laporan dari anaknya kalau ibunya kembali dianiaya. TNI bukannya menjaga malah nyiksa,” ungkapnya tersedu.

Saat ini Ria merasa takut dan trauma, Ia khawatir  suaminya yang anggota TNI itu kembali melakukan kekerasan terhadapnya, karenanya ia meminta perlindungan keluarganya. Hingga berita ini diturunkan, didampingi keluarganya, Fitria melapor ke DENPOM III/4 Serang untuk meminta perlindungan.(dhyie/LLJ).

Copyright @2016 FBn