Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Demo ke DPRD, Mahasiswa Untirta Tuntut Kesejahteraan Guru Honorer di Banten
Aksi Gempur di kantor DPRD Banten .(ist)

Demo ke DPRD, Mahasiswa Untirta Tuntut Kesejahteraan Guru Honorer di Banten

Serang,fesbukbantennews.com (28/11/2018) – Memperingati Hari Guru Nasional Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pejaung Guru Honorer ( GEMPUR ) yang dimotori oleh BEM FKIP, HAMAS dan HMJ tiap jurusan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) berunjukrasa di halaman gedung DPRD Banten ,Senin (26/11/2018). Dalam aksinya, mereka menuntut Kesejahteraan Guru Honorer di Banten khususnya.

Aksi Gempur di kantor DPRD Banten .(ist)

Dalam aksi yang diikuti sekitar 80 mahasiswa , pengunjukrasa menyampaikan aspirasinya dengan cara orasi, puisi, teater dan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Menurut Rosidin, Ketua Forum Guru Honorer Pandeglang sebagai perwakilan guru honorer mengatakan di Pandeglang gaji guru honorer yang didapat hanya berkisar Rp.100.000-300.000 perbulan.

“Dan gaji itu didapatkan dari dana BOS dari tiap sekolah yang memang turun tiga bulan sekali. bagaimana seorang guru honorer mampu menutupi kebutuhan rumah tangga mereka selama tiga bulan tersebut,” kata Rosidin.

Ujar Ajiz Fauzi, Sebagai Ketua BEM FKIP UNTIRTA sekaligus Korlap aksi mengatakan ,akibat dari ketidakjelasan pemerintah daerah dalam mensejahterakan guru honorer saat ini membuat guru honorer makin sengsara.

“Bahkan gaji guru honorer saat ini tidak jelas, padahal kontribusi mereka untuk mencerdaskan anak bangsa sangat besar, untuk itu kami minta DPRD dapat membuat Perda dan pemerintah daerah adanya spesifikasi terkait gaji guru honorer dari mulai Guru SD, SMP, SMA/SMK dan Sekolah sederajat lainya,” kata Ajij.

Terlebih, lanjut dia, dengan adanya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 36 Tahun 2018 yang mengatur syarat administrasi bagi guru honorer, kesempatan mereka untuk menjadi PNS semakin sempit. Karena, adanya batasan usia maksimal 35 tahun, padahal banyak sekali guru honorer terutama yang sudah masuk golongan K2 sudah mengabdikan dirinya selama puluhan tahun.

Aksi itu berakhir setelah adanya Perwakilan dari DPRD Provinsi Banten yang menghadiri masa aksi dan menandatanggani MOU terkait tuntutan kesepakatan untuk kesejahtraan guru honorer di banten yang harus segera di tuntaskan.(LLJ).

Kiriman dulur FBn: : Bung Dandi

Copyright @2018 FBn