Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Demo HMI Tuntut Wahidin Halim Mundur Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Terluka
Demo HMI Tuntut Wahidin Halim Mundur Ricuh di depan gerbang pendopo Gubernur Banten, Kamis (12/4/2019).(istimewa).

Demo HMI Tuntut Wahidin Halim Mundur Ricuh, Sejumlah Mahasiswa Terluka

Serang,fesbukbantennews.com (12/4/2019) – Aksi unjuk rasa HMI Badko Jabodetabeka – Banten mengkritisi ketidaknetralan ASN di Provinsi Banten di depan pintu Pendopo Gubernur Banten Kamis (11/4/2019) berujung ricuh dan pemukulan dari oknum polisi yang berjaga kepada massa aksi.

Demo HMI Tuntut Wahidin Halim Mundur Ricuh di depan gerbang pendopo Gubernur Banten, Kamis (12/4/2019).(istimewa).

Total ada sekitar 13 masa aksi yang mengalami luka. Dua luka berat, tua masa aksi luka sedang dan delapan masa aksi mengalami luka ringan. Hingga saat ini mereka sedang melakukan Visum di RSUD Banten.

Korlap Aksi Aliga Abdilah menuturkan chaos dalam aksi ini berawal saat masa aksi membakar ban sebagi bentuk revolusi awalnya berjalan kondusif namun secara tiba-tiba dari sebelah kiri masa aksi tanpa ada peringatan polisi masuk ke dalam lingkaran masa dengan alat lengkap.

“Dari situ mulai tidak terkendali masa aksi disitu dipukul membabi buta sampai ada tiga orang yang di bawa ke dalam bis, bahkan di dalam bis terjadi pemukulan, injek, tendang hingga pencekikan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan aksi unjuk rasa menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim kembali digelar mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten.

Salah satu mahasiswa HMI yang terluka saat aksi tuntut Wahidin Halim mundur.(istimewa).

Unjuk rasa mahasiswa ini menyoroti keterlibatan ASN dalam politik praktis.

Aksi di depan pintu masuk pendopo Gubernur Banten ini, tuntutan utamanya adalah segera menjatuhkan sanksiĀ  kepada ASN yang terjerat pelanggaran netralitas pesta demokrasi.

Mahasiswa menilai, keterlibatan tiga ASN di Provinsi Banten mendukung calon DPD RI Fadlin Akbar yang juga merupakan anak Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menjadi tamparan keras bagi Pemprov Banten.

Hal ini juga sekaligus sebagai cerminan terhadap masyarakat Banten bahwa carut marut birokrasi sedang terjadi di Provinsi dengan julukan tanah jawara ini.

“Pemerintah provinsi Banten hari ini sedang terjangkit pelanggaran netralitas ASN sebuah pelanggaran yang sedang tumbuh subur di kalangan elit Pemprov Banten. Sanksi berat hati dijatuhkan kepada tiga ASN itu,” kata korlap aksi Aliga Abdilah, Kamis (11/4).(riez/LLJ).

Copyright @2018 FBn