Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Delapan Remaja di Pamarayan Jadi Korban Sodomi Pengemis Cacat
Tersangka pencabulan delapan remaja menjalani pemeriksaan di Mapolres Serang,(LLJ)

Delapan Remaja di Pamarayan Jadi Korban Sodomi Pengemis Cacat

Serang,fesbukbantennews.com (31/8/2016) – Delapan remaja di Pamarayan,Kabupaten Serang jadi korban pencabulan Mad Yanto (25) pengemis penyandangcacat/ disabilitas (kaki kanan buntung) dengan cara disodomi secara bergantian. Ke delapan remaja tersebut berhasil disodomi tersangka dengan janji diajari ilmu sulap.

Tersangka pencabulan delapan remaja menjalani pemeriksaan di Mapolres Serang,(LLJ)

Tersangka pencabulan delapan remaja menjalani pemeriksaan di Mapolres Serang,(LLJ)

Lelaki asal Pontang, Kabupaten Serang itu setahun lebih merantau ke daerah Pamarayan. Penyandang cacat itu sehari-hari dikenal sebagai pengemis. Sebuah gubuk di dekat areal persawahan digunakan tempat istirahatnya.
Dua bulan terakhir, Yanto sering terlihat nongkrong di sebuah warnet yang tak jauh dari gubuk yang ditempatinya. Warnet tersebut memang menjadi lokasi kongkow para remaja. Keberadaan belasan remaja lelaki itu rupanya memicu nafsu birahi Yanto.
Siasat disusun. Yanto sadar tidak memiliki cukup uang buat merayu calon korban untuk memenuhi nafsunya. Yanto mencoba merayu calon korban dengan menggunakan trik sulapnya. Saat belasan remaja itu nongkrong bersama, Yanto pamer kemampuan sulapnya. “Bengkokin sendok (dengan dielus-red), mecahin belakang botol yang diisi air, sama nyalain rokok dari tangan (gas disemprotkan ke genggaman tangan sebelum api dipantik-red),” kata Yanto saat ditemui di Mapolres Serang, Selasa (30/8).
Upaya Yanto berbuah hasil. Calon korban mulai tertarik dengan atraksi sulap itu. Satu per satu calon korbannya ditemui Yanto. Mereka diming-imingi akan diajarkan trik sulap tersebut asal memenuhi syarat yang diajukan Yanto. “Syaratnya, ya itu dimasukkin buntut maung ke itu (lubang anus korban-red),” kata Yanto.
Setelah setuju dengan syarat yang diajukan, calon korban diajak ke gubuk tempat peristirahatan Yanto. Dia mengaku ada empat korban yang pernah disodomi. “Cuma ada empat orang kok (disodomi-red). Yang lain pengakuan (korban-red) aja. Enggak pernah,” kata Yanto.
Perbuatan Yanto terbongkar lantaran salah seorang korban melaporkan kejadian tersebut pada orangtuanya. Sabtu (27/8), Yanto digelandang ke Mapolres Serang. “Korban pelaku ini ada 8 orang. Tujuh korban disodomi dan satu orang dicabuli,” kata Kasatreskrim Polres Serang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Gogo Galesung didamping Plh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Inspektur Polisi Dua (Ipda) Juwandi.
Tercatat 8 korban berinisial Ted, Sad, Ip, Med, Ad, Hen, Asr, dan Ep melaporkan Yanto atas tuduhan pencabulan. “Modusnya mau mengajarkan sulap. Biar bisa sulap, harus melalui perbuatan cabul pelaku,” kata Gogo.
Yanto, oleh polisi dijerat  Pasal 82 ayat (2) Undang-undang 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar,” tukasnya.(mer/LLJ).
Copyright @2016 FBn