Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Dapat Dukungan Netizen, Warteg Ibu Saeni Tetap Buka Siang Hari Saat Ramadhan
Warteg Ibu Saeni di seberang Pasar Rau, Kota Serang tetap buka meski siang hari di buln Ramadhan.(LLJ)

Dapat Dukungan Netizen, Warteg Ibu Saeni Tetap Buka Siang Hari Saat Ramadhan

Serang,fesbukbantennews.com (13/6/2016) – Meski telah mendapatkan bantuan dari Presiden Jokowi senilai Rp 10 juta dan lebih dari Rp 200 juta yang terkumpul berkat donasi para nitizen, Warteg Ibu Saeni tetap buka disiang hari saat bulan Ramadhan.

Warteg Ibu Saeni di seberang Pasar Rau, Kota Serang tetap buka meski siang hari di buln Ramadhan.(LLJ)

Warteg Ibu Saeni di seberang Pasar Rau, Kota Serang tetap buka meski siang hari di bulan Ramadhan.(LLJ)

Sejumlah makanan terpajang di etalase Warteg Ibu Saeni di Pasar Induk Rau (PIR), Kota Serang, Banten, seperti balado, tempe oreg, sayur kangkung, hingga minuman dingin.

“Takut mah takut, tapi mau gimana lagi, usahanya bisa ini doang. Kemarin kan sempat sakit, gak jualan. Saya nelepon dia (menantu) buat ngebantuin masak, belanja,” kata Ibu Saeni (53), saat ditemui di warung miliknya, yang berlokasi di seberang Pasar Induk Rau (PIR), Desa Cikepuh, Kota Serang, Banten, Senin (13/6/2016).

Buka nya warteg Ibu Saeni saat siang hari pun mendapatkan kecaman dari Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Banten yang menganggap ibu tua itu tak menghargai umat Islam yang berpuasa, terlebih Ibu Saeni melayani umat muslim yang sedang ‘datang bulan’ hingga tak berpuasa.

“Saya mendukung penegakan aturan sabagai upaya utk mewujudkan ketertiban dan keadilan, itu hal yang normatif. Mari di bulan suci Romadhon ini kita tingkatkan perasaan kita diarahkan kepada sesuatu yang indah, kebaikan, cinta kepada Allah SWT dan kasih sayang sesama manusia,” kata Alwiyan Syam’un, Ketua Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Banten, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat nya, Senin (13/06/2016).

Berdasarkan pantauan di Warteg Ibu Saeni yang berukuran 4×12 meter yang dijadikan tempat tinggal bersama suami nya Alex. Dari warung makan ibu empat orang anak ini terlihat makanan sudah dimasak dan disajikan di etalase seperti lauk sayur, tahu, tempe, daging ayam, kangkung, telor, dan sebagainya. Bahkan minuman dingin pun tersaji di warteg yang terus di datangi oleh konsumen nya tersebut.(dhyie/LLJ)

Copyright @2018 FBn