Home hotnews top headline

Tangerang,FESBUKBANTEN News (8/10/2014) – Berdasarkan hasil tes wawancara akhir yangdilaksanakan panitia seleksicalon pejabat pimpinan tinggi madya Provinsi Banten , yangdilaksanakan di hotel Great Western ResortHotel Tangerang,Rabu (8/10/2014) . Dan tes kesehatan dan psikologi yang dilaksanakan oleh RSUD KabupatenTangerang dan rekam jejak yang dilasanakan oleh tim yang dibentuk oleh inspektur Provinsi Banten.

Yangdinyatakan lolos oleh panitia seleksi (Pansel) untuk selanjutnya diajukankepada kementerian dalam negeri yaitu Eneng Nurcahyati Kepala Dinas Pertaniandan Peternakan (Distanak), Kurdi Matin Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Ranta Soeharta Kepala Dinas Perindustrian danPerdagangan (Disperindag),ujat Plt Sekda selaku ketua pansel.

Ketiga peserta calon pejabat pimpinan tinggi madyaProvinsi Banten tersebut selanjutnya di rekomedasikan kepada Pelaksana GubernurBanten untuk diusulkan mengikuti tesselanjutnya sebagai calon sekretaris daerah (jabatan pimpinan tinggi madya)Provinsi Banten kepada Presiden RI melalui Menteri Dalam Negeri RI.

Pansel yang terdiri dari Drs.Asmudji HW Plt sekretarisDaerah selaku ketua,dan anggota terdiri dari Ir.Widodo Hadi,Prof.RhenaldKasali, DR.Drs.H.Mas Imam Kusnandar, dan Prof.DR.H.E.Syibli Syarjaya,mereka memberikan tespengetahuan calon sekda tersebut mengenai aspek pengetahuan Manajemen/leaderrship,pemerintahan/Birokrasi, Kemasyarakatan,perencanaan dan penanggaran,serta analisis daninovasi.Keempat calon sekda yang sebelumnya mengikuti penilaian Lembaga Admistrasi Negara (LAN)selanjutnya mengikuti mengikuti wawancara akhir secara bergiliran yang pertamayaitu Ranta Soeharta, Sigit Suwitarto, Kurdi Matin dan selanjunya yang terakhirEneng Nurcahyati.(hms/LLJ)

0 post_views_couog

Jumat (29/8/2014) – 11.40 wib, Ratu Lilies Karyawati Chasan, adik kandung Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengaku terlibat proyek pembangunan sarana prasarana penunjang sodetan Cibinuangen di Kabupaten Lebak Rp 19 miliar untuk membanti orangtuanya. Dan mendapatkan keuntungan Rp 100 juta lebih.

“Ya dapat keuntungan seratus jutaan lebih,” kata Lilies,saat jadi saksi dalam sidang terdakwa korupsi proyek pembangunan sarana prasarana penunjang sodetan Cibinuangen di Kabupaten Lebak Rp 19 miliar dengan terdakwa Dedi Mashudi dan Yayan Sutisna di Pengadilan Tipikor PN Serang, Jumat (29/8/2014).

Pukul 11.40 wib, majelis hakim memutuskan sidang ditunda karena akan sholat Jumat.”Sidang diskor dan dilanjutkan pukul 14.00 wib, ” kata hakim parnaehan. (LLJ)

0 post_views_couok

Serang, FESBUK BANTEN News - (29/8/2014) – Dikhawatirkan melarikan diri, sekretaris Pribadi Ratu Atut Chosiyah, Siti Halimah, yang jadi tersangka dalam  kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial tahun 2011 Rp. 4,1 Milyar, dan tahun 2012 Rp. 3,5Milyar, oleh Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten ditahan, Jumat(29/8/2014) siang.”Kita lakukan penahanan tersangka untuk mempercepat perkara ini, karna dikhawatirkan yang bersangkutan mangkir atau melarikan diri” kata ketua penyidik kejati Banten Alex Sumarna kepada wartawan Jumat (29/8/2014).Penahanan yang dilakukan penyidik Kejati Banten ini sangat beralasan, sebab Siti Halimah yang sebelumnya sudah dua kali di panggil namun tidak memenuhi panggilan. Siti Halimah, tiba sekitar pukul  09.30 wib di gedung Kejati di Jalan Raya Pandeglang Palempat Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang Banten.Setelah sekitar empat jam dilakukan pemeriiksaan di ruang penyidik lantai dua gedung Kejati, akhirnya siti halimah sekitar pukul 13.28 WIB keluar dari ruang pemeriksaan dengan pengawalan ketat menuju mobil tahanan Kejati Banten dengan nomor polisi B 1334 SOQ  yang sudah menunggu di depan gedung. ”Kita tahan selama 20 hari di rutan serang, dan kondisi kesehatan tersangka hari ini dalam keadaan sehat untuk dilakukan penahanan.” jelasnya.Untuk kerugian negara sendiri dalam kasus ini, penyidik Rp. 7,6 milyar “sebesarRp 355 juta yang sudah berhasil dikembalikan, itu pun berasal dari penerima hibah” ungkapnya.Sebelumnya penyidik sudah menahan 6 tersangka lainnya yakni yakni Zaenal Muttaqien (mantan Kepala Biro Kesra), Yudianto MS, Wahyu Hidayat, Dudi Setiadi (Orang kepercayaan Tb Chaeri Wardana), Sutan Amali, Asep Supriyadi.Zainal Muttaqin ditahan di rutan pandeglang, sementara tersangka lainnya di tahan dirumah tahanan serang termasuk Siti Halimah yang hari ini di tahan.(LLJ)

0 post_views_couog

10599453_10152690990814292_8485201125158982435_nSerang,FESBUK BANTEN News (29/8/2014) – Fitriana Susanti (38) guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 9 Kota Serang, warga Perumahan Safira, Sepang, Kota Serang, tewas terlindas truk tentara  di Jalan Letkol Tb Suwandi, Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang, yang sedang konvoi menuju markas Kopassus,Taman, Kota Serang, Jumat (29/8/2014) sekitar pukul 13.30 wib. Korban meninggal di lokasi kejadian setelah motor Honda Beat-nya yang berwarna biru dengan nopol  A 6359 BO kesenggol truk tersebut, lalu terjatuh dan  terlindas.Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban dari arah Lampu Merah  Kebon Jahe melintasi jalan Tb Suwandi sepulang dari sekolah tempat kerjanya di kawasan Cipocok Kota Serang dan hendak pulang ke rumahnya di Safira, Sepang, kota Serang.Namun,saat melintasi Jalan Ciracas Tepatnya di depan Klinik Medika Utama, ada rombongan truk tentara di belakang korban. Entah bagaimana, korban hilang fokus. Sehingga meski pun posisi motornya sudah minggir masih tersenggol truk.”Korban dan truk tersebut satu arah. Motor korban padahal sudah minggir, tapi tersenggol truk itu. Lalu korban jatuh terpental dan terlindas. Saya tidak berani nolong. Yang nolong tentara itu langsung,” kata Nurul Hadi, saksi mata pegawai Warnet yang lokasinya di depan lokasi kejadian.Korban,lanjut Nurul, dibawa ke RSUD Serang sekitar setengah jam kemudian. Setelah aparat polisi ke lokasi.” Yang bawa korban polisi,” jelas Nurul.Korban sendiri setelah diotopsi di RSUD Serang kemudian dibawa ke rumahnya di Perumahan Safira. Dan nampak di rumahnya dipenuhi oleh tetangga, rekan kerja sesama guru, serta beberapa aparat berseragam tentara.Dedi,salah satu teman korban, yang istrinya mengajar di sekolah yang sama dengan korban kepada FBn mengatakan, bahwa sempat tak percaya Fitriana mengalami kecelakaan. Sebab sekitar jam 13.00 masih sempat ngobrol dengan istrinya.Namun ia mengakui, korban belum mahir mengendarai motor. “Yah, masih belum lancar,” kata Dedi di depan rumah korban.Dedi menceritakan, korban meninggalkan seorang suami yang berprofesi pedagang pakan burung dan seorang anak yang berusia 2 tahun.”Korban dikenal ramah. Dan aslinya almarhumah itu warga Kebumen, Jawa Tengah,” tukasnya.Sementara, kasus ini sedang ditangani Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang. Dan nampak motor korban yang tak mengalami kerusakan berarti masih berada di kantor yang berada di Jalan Maulana Yusuf, Pegantungan,Kota Serang.(LLJ)

STAY CONNECTED