Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Bupati Lebak Ngamuk di Kawasan Baduy
Bupati Lebak Iti Ocktavia Jayabaya (paling kanan) mengamuk di Ciboleger.(istimewa)

Bupati Lebak Ngamuk di Kawasan Baduy

Lebak, fesbukbantennews.com (13/10/2017) – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengamuk, memarahi Kepala Desa Bojong Menteng Yamin dan Camat Leuwidamar Endi Suhendi yang  dinilai tidak becus bekerja karena telah membiarkan warganya  melakukan pengrusakan sebuah tembok taman di Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar. 

Bupati Lebak Iti Ocktavia Jayabaya (paling kanan) mengamuk di Ciboleger.(istimewa)

Taman tersebut merupakan taman yang dibangun Pemkab Lebak untuk mempercantik dan memperindah akses jalan menuju kawasan Suku Baduy namun malahan dibongkar untuk perluasan bangunan rumah dan kios  milik Agus yang merupakan warga setempat.

Aelain memarahi Kades dan camat, Bupati, memanggil tukang bangunan dan meminta pemilik tanah untuk segera membongkar bangunan miliknya karena sudah melakukan pengrusakan pada taman yang sudah dibangun pakai uang rakyat. Bupati meluapkan emosinya di sela acara penyambutan kedatangan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Kampung Ciboleger, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar.

“Mana kades, mana camat, Mana Satpol PP (Kadis Satpol PP) ke- sini semua, pokoknya saya tidak mau tahu besok (hari ini) bangunan ini harus sudah tidak ada. Pokoknya harus sudah diratakan, jika tidak maka pemilik akan saya polisikan,” kata Bupati, kepada tukang bangunan bernama Suyatna, Kamis (12/10) .

Lebih lanjut Bupati mengaku, dirinya kecewa dengan kepala desa dan camat karena telah membiarkan warga melakukan pengrusakan taman yang dibangun jerih payah  yang menggunakan uang rakyat.

“Jika kades model begini sebaiknya diturunkan dari jabatannya. Saya yang melantik, dana saya akan mencopotnya jika memang tidak bisa mengurusin begini, taman dibangun untuk kemajuan warga bukan untuk saya,” katanya.

Lebih lanjut Bupati menegaskan, dirinya marah-marah karena melihat fasilitas umum yang dibangun pakai uang pajak dari masyarakat dibongkar begitu saja.

“Gampang menjaga dan memelihara, ya bersihkan rumput-rumputnya. Ini malahan di rusak, ini dibangun untuk kemajuan masyarakat Baduy, sekarang sudah bagus boro-boro ikut memelihara yang ada di bongkar ya saya ngamuk-ngamuk, bangunan harus dibongkar, dan diratakan jika ada hal tak sesuai di sini lapor ke saya, jika kades, camat tamu mau turun lapor ke-saya, boro-boro mau gotong-royong ada pengrusakan malahan didiamkan saja,” katanya.

Menurut Bupati, dirinya bersikap tegas karena ingin melihat warga maju.

“Tentunya masih banyak kekurangan maka dari itu mari sama-sama memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara kalau Lebak mau maju. Mari kita jaga apa sudah dibangun, insyaallah kalau dibangun kebersamaa akan kondusif,” katanya.

Kepala Desa Bojong Menteng Yamin menuturkan, bahwasannya dirinya tidak mengetahui kalau warganya telah melakukan pembongkaran tembok taman.” Tidak ada konfirmasi dari pemilik kepada saya. Pemilik melakukan pembongkaran tanpa pemberitahuan, “ katanya.

Tukang bangunan, Suyatna menambahkan, berdasarkan keterangan pemilik yaitu Agus, bahwasannya dahulunya tidak ada taman.”Jadi di atas tanah miliknya dulu tidak ada tamannya, jadi dari tadinya tidak ada ya dikembalikan ke semula makanya di bongkar. Ini tanah milik pak Agus masih warga sini,” katanya.

Plt Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Lebak Dedi S mengatakan, pihaknya tadi sudah melakukan koordinasi dengan unsur muspika beserta kepala desa dan pemilik tanah.

” Dari hasil komunikasi, tadi pemilik bersedia membongkar bangunan miliknya sendiri. Jika memang nanti ternyata tidak dibongkar juga maka kita yang akan membongkar, ” tukas dia.(amaz/LLJ

Copyright @2016 FBn