Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » BPJS TK Banten dan BJB Bidik UMKM dapat Perlindungan
Kepala Pemasaran BPJS TK wilayah Banten, Didin Haryono pada acara seminar kewirausahaan "5 Langkah Menumbuhkan Bisnis dan Menjadi Pemenang" pada Rabu (22/2) di Kota Serang.(usep mujani)

BPJS TK Banten dan BJB Bidik UMKM dapat Perlindungan

Serang,fesbukbantennews.com (23/2/2017) –  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) Wilayah Banten dengan Bank Jabar Banten (BJB) bekerjasama dalam membidik tenaga kerja sektor formal atau Penerima upah (PU) dan sektor informal atau bukan penerima upah (BPU) sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Pemasaran BPJS TK wilayah Banten, Didin Haryono pada acara seminar kewirausahaan “5 Langkah Menumbuhkan Bisnis dan Menjadi Pemenang” pada Rabu (22/2) di Kota Serang.(usep mujani)

 

 

Selain potensi tenaga kerja formal, potensi tenaga kerja informal dan juga pekerja serabutan di Provinsi Banten dinilai cukup tinggi., khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

 

 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Pemasaran BPJS TK wilayah Banten, Didin Haryono pada acara seminar kewirausahaan “5 Langkah Menumbuhkan Bisnis dan Menjadi Pemenang” pada Rabu (22/2) di Rumah Makan S Rizki Serang.

 

 

“Kami ingin seluruh tenaga kerja baik formal terutama yang informal, mendapat perlindungan dari negara. ini untuk memastikah hadirnya negara ditengah para pekerja”, ujar Didin saat memberikan penjelasan manfaat layanan BPJS TK kepada peserta seminar.

 

 

Hingga akhir Desember 2016, menurut Didin, di Banten jumlah tenaga kerja yang masuk sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan sebanyak 1.176.743. Yaitu berasal dari tenaga kerja sektor formal 967.391 orang dari total 13.922 perusahaan aktif, dari tenaga kerja sektor informal 59.050 orang, dan tenaga kerja jasa konstruksi 150.302 orang.

 

 

Selain itu, di depan para peserta seminar, Didin juga menjelaskan, dengan iuran senilai 16.800 rupiah, peserta BPJS TK sudah mendapatkan dua layanan perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

 

 

“Dengan pelayanan JKK dan JKM, iuran sebesar 16.800 rupiah dirasa tidak memberatkan pelaku UMKM untuk membantu meminimalkan resiko tenaga kerja”, jelas Didin yang juga mantan aktivis Kumala dan HMB

 

 

Sementara, kepala kantor wilayah Banten BJB, Deni, mengaku siap berkolaborasi dengan BPJS TK dalam upayah mendorong pelaku UMKM yang dibina oleh BJB di Provinsi Banten untuk menjadi peserta.

 

 

“Kami sebagai bank mitra siap untuk berkolaborasi dan sinergi dengan BPJS ketenagakerjaan demi melindungi para pekerja UMKM yg ada di Banten. Dan kami siap memfasilitasi bantuan modal dan kredit usaha kecilnya”, pungkas Deni.(usep/bukanADV/LLJ)

Copyright @2016 FBn