Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Benahi Pengangguran, Pemprov Banten Gandeng Perusahaan Seleksi 500 SDM Baru
500 peserta Penerimaan, Pelatihan dan Penempatan Kerja SDM Industri Banten Tahun 2018 di Pendopo Gubernur, Senin (23/4/2018).

Benahi Pengangguran, Pemprov Banten Gandeng Perusahaan Seleksi 500 SDM Baru

Serang,fesbukbantennews.com (23/4/2018)- Gubernur Banten Wahidin Halim memotivasi lulusan sekolah menegah kejuruan (SMK) di Banten untuk meningkatkan kemampuan bidang yang ditekuni dalam menghadapi persaingan di dunia kerja. Hal tersebut disampaikan Gubernur mengingat ketatnya persaingan di era digital saat ini.

500 peserta Penerimaan, Pelatihan dan Penempatan Kerja SDM Industri Banten Tahun 2018 di Pendopo Gubernur, Senin (23/4/2018).

“Masa depan kalian penuh komptensi, bersaing. Ternyata semakin ke depan, komptensinya semakin tinggi beda dengan zaman saya dulu. Sekarang fasilitas lengkap, ada medsos tapi persaingannya luar biasa,” Ujar Gubernur saat memberikan arahan Penerimaan, Pelatihan dan Penempatan Kerja SDM Industri Banten Tahun 2018 di Pendopo Gubernur, Senin (23/4/2018).

Tidak hanya menjadi pekerja, Gubernur juga menghimbau para pencari kerja yang hadir untuk ikut bersaing di dunia usaha digial. Dengan meningkatkan kompetensi dan kreatifitas dalam bersaing, dirinya yakin generasi muda di Banten mampu menciptakan lapangan kerja baru.

“Kalau kerja sekedar kerja ya kerja, kalau mau meningkatkan profesi dan komptensi ya silahkan. Apalagi sekarang dengan kreatifitas kita bisa bersaing di buka lapak dimana-mana, kita ciptakan lapangan pekerjaan baru,” ajak Gubernur.

Di kesempatan yang sama, Kadisnakertrans Provinsi Banten, Hamidi, dalam laporannya menjelaskan, maksud dari diselenggrakannya kegiatan ini adalah untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Banten, dimana mereka yang lolos seleksi nantinya akan disalurkan ke perusahaan yang siap menerima.

“Pada hari ini akan diadakan perekrutan 500 orang pencari kerja yang akan dipertemukan dengan perusahaan yang siap menerima,”  ujar Hamidi.

Hamidi juga menjelaskan, mereka yang lolos seleksi nantinya akan menjalani training hard skill di Badan Diklat Industri (BDI) selama tiga minggu untuk sektor garmen dan alas kaki, serta pelatihan di Korean training center selama 2, 5 bulan untuk sektor manufaktur.(provBTN/bknADV/LLJ).

Copyright @2018 FBn