Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Bapak dan Anak Meninggal Diduga Flu Burung, Pemprov Banten Gerak Cepat Turunkan Tim

Bapak dan Anak Meninggal Diduga Flu Burung, Pemprov Banten Gerak Cepat Turunkan Tim

Serang,fesbukbantennews (27/3/2015) – Pemerintah Provinsi  Banten langsung ambil langkah cepat mengantisipasi merebaknya kembali kasus Flu Burung atau  virus H5N1 di Kota Tangerang yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

Sekda Banten Kurdi Matin langsung memerintahkan Kadinkes Banten dan Distanak Banten untuk menerjunkan tim ke lapangan guna melalukan langkah-langkah antisipasi agar virus ini tidak menyebar cepat ke orang lain.

“Saat ini Pemprov melalui Dinkes dan Distanak, bersama Kemenkes dan Dinkes Kota Tangerang sudah menerjunkan tim untuk memantau langsung faktor resiko yang terjadi, baik di rumah sakit awal korban dirawat dan di lingungan atau tempat tinggal korban,”

Sebelumnya seorang pria berinisial T (40 tahun), dan anaknya berusia 2 tahun meninggal dunia karena terinfeksi virus flu burung. Warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, itu dinyatakan positif flu burung H5N1 setelah tim dari kemenkes melakukan uji lab.

Menurut Sekda, Sewaktu di rumah sakit, keduanya memang sudah dicurigai mengidap flu burung sehingga mesti tes darah. Ia meminta masyarakat untuk tidak resah. Saat ini, Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Provinsi dan Kota Tangerang sedang melakukan investigasi lokasi-lokasi disinggahi korban. Yakni di lingkungan tempat tinggal, lingkungan sekitar, hingga rumah sakit.

 

“Saya telah menginstruksikan petugas untuk siaga. Supaya ketika ada kejadian lainnya petugas bisa langsung mengambil tindakan,” ucapnya.
Menurut sekda, pihaknya tetap siaga karena penyakit ini dianggap sangat berbahaya. Bahkan, tingkat kematiannya sangat tinggi. Apalagi penyakit flu burung bisa menular dengan cepat.
“Masyarakat juga jangan panik, kami mengimbau kepada masyarakat terutama yang berada dekat lingkungan korban, begitu juga para peternak untuk tetap waspada. Jadi jika ada kasus kematian unggas secara mendadak, sebaiknya segera melaporkan ke petugas terdekat. Apalagi, bila kematiannya dalam jumlah banyak,” imbuh Sekda.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardjojo langsung menerjunkan tim ke Kota Tangerang untuk melakukan langkah antisipasi agar penyebaran kasus penyakit flu burung ini tidak meluas.
“Kita begitu mendapatkan informasi tersebut langsung menerjunkan tim 2 orang dari Dinkes Provinsi untuk bersama dengan tim dari Kemenkes dan Dinkes Kota Tangerang Untuk memastikan apa yang menjadi penyebab kematian korban, selain itu mengumpulkan data-data dilapangan terutama pencegahan penularan virus ini menyebar,” ucapnya.
Menurut Sigit, petugas medis juga sudah memberikan vaksin tamiflu terhadap orang-orang yang melakukan kontak dengan korban. Dan membagikan masker kepada keluarga, tetangga dan masyarakat yang berada di lingkungan tempat tinggal korban.  Tablet tamiflu yang dibagikan secara gratis ini untuk mencegah meluasnya korban virus H5N1.

 

“Yang diberikan vaksin tamiflu adalah orang-orang yang pernah kontak dengan korban, baik di tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal korban,” jelasnya.
Terkait dengan vaksin, Sigit menyebutkan sampai saat ini stoknya masih mencukupi, jumlahnya mencapai 10 ribu. Dengan jumlah vaksin untuk pemberantasan flu burung itu, dia yakin Banten tidak akan kekurangan vaksin.
“Masyarakat juga dihimbau untuk menjaga lingungannya masing-masing dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama yang memelihara hewan unggas,” pesannya di diampingi  Kabid P2PL Didin Aliyudin.
Sigit menyebutkan, selama tahun 2005 sampai dengan 2012 total kasus Flu Burung/ Virus H5N1 yang terjadi di Banten mencapai 32 kasus dengan jumlah korban yang meninggal dunia 29 orang.
“Sementara tahun 2013 s/d 2014 tidak terjadi kasus, dan tahun ini kembali terjadi, kami berharap kasus di Tangerang ini tidak sampai merebak,” tambahnya.
N diketahui wafat di rumah sakit pada Selasa (24/3) pukul 16.30 WIB. N sempat mengalami demam kemudian sesak napas dan kondisinya memburuk. Anak N menyusul masuk rumah sakit pagi hari ini sekitar pukul 04.00 WIB. Anak N juga sempat dirawat di rumah sakit, tapi lantas dirujuk ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Tetapi, nyawanya pun tak tertolong. Bahkan Istri N saat ini dalam perawatan di RS Persahabatan Jakarta.(hmsbtn/LLJ)

Copyright @2016 FBn