Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Banjir, Warga di Pandeglang Mau Naik Perahu Bayar Rp5000

Banjir, Warga di Pandeglang Mau Naik Perahu Bayar Rp5000

Pandeglang,fesbukbantennews.com (19/12/2015) – Banjir yang merendam Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pandeglang setinggi 1 meter , Jumat (18/12/2015) kemarin, memutuskan ruas jalan Surianen-Pagelaran. Ruas jalan sepanjang 300 meter tersebut tak bisa dilalui dengan jalan kaki atau kendaraan roda dua.

Warga Korban Banjir Pandeglang mesti keluarkn kocek Rp5000-10.000 jika ingin naik perahu.

Warga Korban Banjir Pandeglang mesti keluarkn kocek Rp5000-10.000 jika ingin naik perahu.

Kondisi tersebut dimanfaatkan para pemilik perahu untuk mengais rejeki. Sebab warga yang harus tetap menjalankan aktifitasnya meski menggunakan alat transportasi air.
Warga yang hendak melintasi rendaman air sepanjang 300 meter tersebut mesti mengeluarkan kocek Rp5000. Sedangkan jika membawa sepeda motor Rp10.000 untuk menggunakan jasa perahu.Sebab tidak ada jalan alternatif lain dari kampung Surianen ke Cikiray/Pagelaran.
Sekretaris PC IMM Pandelang mengungkapkan, banjir merupakan musibah yang setiap tahunnya selalu menghantui penduduk di pinggiran sungai yang ada di Kabupaten Pandeglang.
Ketika musim penghujan tiba, sudah bisa dipastikan bahwa sebagian dari wilayah Kab. Pandeglang akan terendam oleh air.
“Saat orang lain sibuk dengan musibah ini, justru ada juga sebagian orang yang merasa senang karena dengan adanya banjir, penghasilan sebagian warga akan bertambah,” kata Fauzi.
Fuzi menambahkan masyarakat yang mempunyai perahu. Mereka bisa mengais rejeki dengan mengojegkan perahunya kepada warga dari arah Kp. Surianen ke Kp. Cikirai/Pagelaran atau sebaliknya.

“Masyarakat tidak mempunyai pilihan lain kecuali dengan menaikan motornya keatas perahu karena tidak ada jalan alternatip lain untuk di lewati, ” ungkap Fauzi.

Sementara, seorang wrga sekitar, Samsinah mengatakan, memang tidak ada pilihan lain selain menaiki perahu ini saat banjir tiba, walaupun ongkosnya relatip mahal yang berkisar Rp 10.000 untuk yang membawa motor dan Rp5000 untuk yang tidak membawa motor.
“Karena tidak ada pilihan lain kami ikhlas membayarnya untuk sampai ke tempat yang kami tuju, ” ujarnya.(ajat/LLJ)

Copyright @2018 FBn