Templates by BIGtheme NET
Home » Berita » Awasi Pembajakan APBD Jelang Pilgub Banten 2017
Ilustrasi.(okezone)

Awasi Pembajakan APBD Jelang Pilgub Banten 2017

Serang,fesbukbantennews.com (30/3/2016) – Para penggiat sosial menghimbau masyarakat dan aparat penegak hukum untuk mengawasi penggunaan APBD menjelang perhelatan Pilgub Banten 2017. Bukan saja oleh petahana, tapi beberapa bakal calon yang lain juga berpotensi membajak APBD guna kepentingan politik pemenangan pilgub.

Ilustrasi.(okezone)

Ilustrasi.(okezone)

“Berdasarkan telaah atas konstelasi politik hingga akhir Maret ini, kami menemukan sinyalemen adanya penggunaan APBD untuk pemenangan kandidat. Bukan saja oleh Gubernur petahana sekarang, tapi beberapa kandidat yang kini menjadi kepala daerah kabupaten/kota, atau kandidat yang memiliki afiliasi keluarga dengan kepala daerah itu,” kata penggiat sosial IAIN SMH Banten Fuad Hasan, Selasa (29/3/2016) kemarin.

Fuad menjelaskan, anggaran hibah bansos adalah pos yang paling rawan diselewengkan untuk pencitraan kandidat. Ada juga pos anggaran di beberapa SKPD, seperti pendidikan, kesehatan, dan humas. “Kami juga menemukan adanya penggalangan dana dari setoran pajak yang kemudian disetorkan kepada orang-orang yang memiliki afiliasi dengan kandidat tertentu. Jelas upeti itu bagian dari perilaku korupsi.”

Sebagai bentuk antisipasi, Fuad mendesak KPU dan Bawaslu gencar melakukan kampanye dan sosialisasi perihal aturan pidana dan etika pemilu. “Kami juga meminta KPK untuk melakukan upaya pencegahan. Melihat sejarah, Banten punya pengalaman. Bagaimana setahun sebelum pilgub 2011 silam, dana hibah bansos naik secara signifikan,” kata Fuad.

Dalam catatan FITRA, ada 7 modus kandidat memanfaatkan APBD untuk pilkada. Di antaranya pemberian bansos dan hibah, membuat program populis, dan memanfaatkan dana desa. (gies/LLJ).

Copyright @2016 FBn