Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » ATM Banten Sebut Pemerintahan Jokowi-JK Tidak Pro Rakyat

ATM Banten Sebut Pemerintahan Jokowi-JK Tidak Pro Rakyat

Serang,fesbukbantennews.com (11/11/2015) – Sejumlah Pemuda dan mahasiswa gabungan dari GPII, Kumaung, IMM , serta OKP lainnya yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat (ATM) Korwil Banten, menggelar aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Banten, Selasa (10/11/2015). Dalam aksinya mereka menyatakan pemerintahan dibawah kepemimpinan Jokowi-JK tidak pro rakyat.

Aksi ATM Banten tuntut cabut Mandat Jokowi-JK.(LLJ)

Aksi ATM Banten tuntut cabut Mandat Jokowi-JK.(LLJ)

Oleh karena itu mereka mendesak agar diselenggarakan sidang istimewa untuk mencabut mandat Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Koordinator ATM Korwil Banten Usep Badak mengatakan, kebijakan pemerintah Jokowi-Jk sangat tidak pro rakyat. Karena, ditengah melemahnya mata uang rupiah, pemerintah malah membuka lapangan kerja untuk Tenaga kerja Asing (TKA).

“Rupiah melemah, PHK terjadi di mana-mana, pendapatan serta daya beli masyarakat menurun, pengangguran meningkat sampai di angka 7.320 juta. Tetapi pemerintahan jokowi-JK malah menyiapkan KTP dan lapangan pekerjaan untuk ratusan juta pekerja Cina,”  kata Usep saat berorasi.

Oleh karena itu, tegas Usep, ATM Banten menuntut agar DPRD Provinsi Banten, merekomendasikan kepada DPR RI untuk melakukan sidang istimewa guna mencabut mandat Jokowi-Jk selaku Presiden dan wakil Presiden Republik Indonesia.

“Kami menuntut agar DPRD Provinsi Banten, segera merekomendasikan kepada DPR/MPR-RI untuk melaksanakan sidang istimewa. Cabut mandat Jokowi-JK,” katanya.

Ssementara itu, koordinator aksi, Haetami Achmad mengatakan, dari 66 janji yang diungkapkan pasangan Jokowi-JK pada saat kampanye, hanya ada satu yang terealisasi, yakni Hari Santri Nasional (HSN).

“Dari 66 janji Jokowi-JK saat kampanye pilpres, hanya 1 yang dilaksanakan, yaitu Hari Santri Nasional, mana janji yang lain,” ucapnya saat berorasi.

Haetami menilai, jika pasangan Jokowi-JK bukanlah pemimpin yang ideal, karena mereka lahir dari pencitraan semata.

“Jokowi-JK bukan pemimpin yang ideal untuk bangsa, bukan pula pemimpin yang menciptakan solusi untuk negara ini, karena kita tahu, Jokowi pemimpin yang dilahirkan dari pencitraan,” tukasnya.(LLJ)

Copyright @2016 FBn