Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » ALIPP : Gubernur Banten Disinyalir Abaikan Rekomendasi BPKP Soal Pengadaan Komputer
Direktur Eksekutip ALIPP Uday Suhada di Mabes Polri ,Kamis (25/7/2019).

ALIPP : Gubernur Banten Disinyalir Abaikan Rekomendasi BPKP Soal Pengadaan Komputer

Serang, fesbukbantennews.com (4/8/2019) – Aliansi Independen Peduli Publik (ALIPP) nampaknya sangat serius mengawal perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan lahan SMA/SMK dan pengadaan komputer yang dilaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri, kamis, 25 Juli yang lalu.

Direktur Eksekutip ALIPP Uday Suhada di Mabes Polri ,Kamis (25/7/2019).

Untuk menggali informasi lebih mendalam, Direktur Eksekutif ALIPP, Uday Suhada kembali mendatangi BPKP Perwakilan Banten di Jl. Hayam Wuruk, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Dalam audiensi tersebut, ALIPP disambut oleh Korwas Investigasi BPKP Perwakilan Banten, Dani Kusnandar dan tim Investigasi.

“Informasi yang kami peroleh bahwa ternyata BPKP pernah merekomendasikan kepada gubernur Banten untuk melakukan Audit Investigasi atas persoalan pengadaan Komputer UNBK tahun 2017 dan 2018. Namun nampaknya gubernur tedak menindaklanjuti rekomendasi itu” Ungkap Uday.

Saat ditanya lebih lanjut, Uday menjawab “coba saja tanyakan ke Kepala Perwakilan yg lama, kan rekomendasinya pada jaman itu” urai Uday.

“Yang pasti, rekomendasi agar dilakukan audit investigasi itu tentu ada dasarnya. Biasanya tercium aroma atau potensi masalah dalam pengadaan komputer itu” terang Uday.

Dari audiensi itu juga Uday meungkapkan bahwa BPKP minggu depan akan menghadap pemesan (KPK-red) audit investigasi lahan USB SMA/SMK.

“Ya, BPKP Perwakilan Banten menurut Korwas akan menghadap KPK untuk menyampaikan progress report Audit Investigasi yang mereka lakukan. Dalam hal ini KPK juga pasti memiliki dasar kuat mengapa meminta BPKP agar lakukan audit investigasi atas pengadaan tanah tersebut. Kalau tidak terendus aroma korupsi, mana mungkin KPK minta audit investigasi. Jadi BPKP harus serius dan obyektif dalam menjalañkan tugasnya”, sambung Uday.

Seperti diketahui bahwa kasus ini menggegerkan Banten sesaat setelah ALIPP melaporkan dugaan korupsi pengadaan lahan SMK/SMA dan pengadaab Komputer UNBK APBD tahun 2017 dan 2018 ke Bareskrim Mabes Polri, 25 Juli yang lalu.

Dalam laporannya ALIPP menyebutkan bahwa potensi kerugian keuangan negaranya ditaksir mencapai Rp.22,3 milyar.

Di pihak lain, Bareskrim Mabes Polri sudah merespon pelaporan tersebut. “Sedang dipelajari oleh Dit Tipikor (Direktorat Tindak Pidana Korupsi) Badan Reserse Kriminal Polri,” kata Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Senin (30/7). (Uds/LLJ).

Copyright @2018 FBn