Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Aksi di PT Mayora Ricuh, Massa Bakar Beko dan Rusak Bangunan
Kendaraan Beko yang terbakar di PT Mayora.(istimewa)

Aksi di PT Mayora Ricuh, Massa Bakar Beko dan Rusak Bangunan

Pandeglang,fesbukbantennews.com (6/2/2017)- Ratusan warga Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, melakukan aksi unjuk rasa di kawasan pengolahan air PT Mayora, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Senin (6/2/2017). Dalam aksi tersebut, massa membakar kendaraan beko Serra merusak bangunan. Dan wartawan dilarang mengambil gambar.

Kendaraan Beko yang terbakar di PT Mayora.(istimewa)

 

 

Tak ada korban jiwa dalam keributan ini, petugas gabungan Polres Pandeglang, Polres Serang Kota dan Brimobda Banten telah mengamankan lokasi keributan.

 

 

Informasi yang diperoleh, aksi anarkis ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Diketahui sebelumnya, massa berniat menemui Bupati Pendeglang Irna Narulita untuk menanyakan soal aktivitas pabrik pengolahan air PT Mayora. Sesampai di Pendopo Bupati Pandeglang, massa dengan sabar menunggu diterima Bupati.

 

 

Entah kenapa Bupati Irna Narulita tidak menemui warga Baros, sehingga warga akhirnya bergerak ke lokasi pabrik PT Mayora. Setiba di lokasi puluhan personel Polres Pandeglang sudah mengamankan lokasi pabrik. Namun karena jumlah massa yang begitu banyak, petugas tidak bisa menahan desakan massa untuk masuk ke areal perusahaan.

Sebuah bangunan yang rusak.(istimewa)

 

 

Secara bersamaan, warga berhasil merobohkan gerbang perusahaan. Setelah berhasil masuk halaman, massa terus merangsek ke dalam gedung. Di dalam gedung ada tujuh karyawan dan berhasil diamankan petugas dari amukan massa. Meski demikian, massa terus merangsek dan mengobrak-abrik gudang perusahaan.

 

 

Massa yang brutal bahkan melemparkan bom molotov hingga menyebabkan kendaraan beko yang terpakir di halaman terbakar. Massa baru bisa dihentikan setelah penambahan personel kepolisian tiba di lokasi. Massa berhasil dibubarkan dan saat ini petugas masih mengamankan lokasi keributan.

 

 

Pantauan di lokasi, wartawan tidak diperkenankan mengambil gambar. Massa aksi yang mengenakan sarung dan peci melarang wartawan mendekat ke lokasi kejadian. Akibatnya, terjadi kemacetan hinga sekira satu kilo meter menuju lokasi kejadian. Pihak aparat keamanan diterjunkan untuk mengurai kemacetan. (Why/LLJ).

Copyright @2016 FBn