Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Akhiri Kekerasan Pada Anak, Ciptakan Generasi Berlian
Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengapit anak-anak di peringatan HAN Kabupaten Lebak, senin 28 November 2016.

Akhiri Kekerasan Pada Anak, Ciptakan Generasi Berlian

Lebak,fesbukbantennews.com (28/11/2016) – “Akhiri kekerasan pada anak, ciptakan generasi berlian” adalah tema Peringatan hari anak nasional tingkat kabupaten lebak tahun 2016 yang dilaksanakan dipendopo Kabupaten Lebak pada Senin (28/11/16).

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengapit anak-anak di peringatan HAN Kabupaten Lebak, senin 28 November 2016.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengapit anak-anak di peringatan HAN Kabupaten Lebak, senin 28 November 2016.

Sebanyak 400 anak yang terdiri dari 100 anak tk/paud, 100 anak sd, 100 anak smp/mts dan 100 siswa sma/k memenuhi area pendopo kab lebak dengan mempersembahkan beragam kreasi dan seni seperti teater anti kekerasan, pembacaan aspirasi suara anak, dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi komitmen penghapusan perkawinan anak dan kekerasan terhadap anak oleh para camat se-kabupaten lebak.

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan dalam sambutanya bahwa
“anak adalah anugerah dan amanah dari Allah SWT yang wajib kita sayangi dan lindungi. anak adalah generasi penerus bangsa yang memiliki makna bahwa dalam diri anak melekat dengan harkat, martabat, dan hak manusia seutuhnya dalam memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, ” kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dalam ,ambutannya.

Sementara itu kepala Badan pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana Eka Darma “usaha pembinaan anak sangat diperlukan guna menggugah dan meningkatkan kesadaran pada hak, kewajiban dan tanggung jawab orang tua, masyarakat, bangsa dan negara”.

Keceriaan anak dirasakan ketika bupati lebak Iti Octavia Jayabaya bernyanyi bersama generasi penerus bangsa dilanjutkan dengan bermain permainan tradisional congklak, engkle, kelereng, bola bekel dll.

Sementara itu, Kabid Humas Pemkab Lebak, Eka Prasetya mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar kesejahteraan anak dapat diwujudkan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia meliputi negara, pemerintah, masyarakat, keluarga dan orang tua dengan cara menghormati dan memberikan hak-hak anak serta jaminan terhadap kebutuhannya tanpa kekerasan dan perlakuan diskriminatif.

“Hari Anak Nasional Nasional dapat disandingkan dengan metode mendidik anak agar sesuai dengan prototipe anak shaleh, ” kata Eka.

Menurut Al Islam, lanjut Eka, dapat dimaknai dalam lantunan do’a Nabi Ibrahim :

1. Menanamkan Nilai Tauhid melalui pembiasaan dan uswah (keteladanan). Hal ini dapat diterapkan antara lain dengan menciptakan lingkungan kondusif bagi penumbuhkembangan nilai tauhid dalam lingkungan anak berinteraksi.

Doa agar diberikan lingkungan tempat tinggal yang berkah ada pada :
“ Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah Sebaik-baik yang memberi tempat.” (QS. 23 Al Mu’minun : 29)
2. Mendekatkan anak ke Rumah Alloh (masjid)
3. Senantiasa Mendirikan shalat
4. Mendidik pola habluminanaas (hubungan dengan lingkungan) atau pendidikan etika islami yang baik
5. Mendidik menjadi manusia yang bersyukur
6. Menanamkan nilai kejujuran
7. Menanamkan keyakinan dan kebiasaan berdoa
8. Senantiasa mendoakan orang tua dan memiliki kepekaan serta semangat menyebarkan kebaikan. (hmslebak/bukanADV/LLJ).

Copyright @2018 FBn