Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Agus Setiawan Juara Kedua Kompetisi Selancar Internasional Rip Curl Cup 2018 di Bali
Penampilan Agus "Blacky" Setiawan di Rip Curl Cup 2018 Padang-Padang Bali.

Agus Setiawan Juara Kedua Kompetisi Selancar Internasional Rip Curl Cup 2018 di Bali

Bali, fesbukbantennews.com (21/7/2018)– Kesabaran para peserta kompetisi Rip Curl Cup Padang Padang 2018 telah terbayar. Acara kompetisi surfing kelas dunia spesial WSL yang gagal terlaksana pada tahun lalu akhirnya telah kembali dan melakukan balas dendam di tahun 2018 ini, menghasilkan kompetisi selama 2 hari dengan gulungan ombak yang paling spektakuler yang pernah ada di Rip Curl Cup. 

Penampilan Agus “Blacky” Setiawan di Rip Curl Cup 2018 Padang-Padang Bali.

Jack Robinson juga dihargai atas kesabarannya. Maestro ombak berusia 20 tahun itu telah diundang ke event Rip Curl Cup sejak berusia 15 tahun, tetapi dia tidak pernah sampai ke babak final hingga di tahun 2018 ini. Pada hari yang paling berat di Padang Padang yang pernah kita ingat, Robinson melaju di gulungan ombak yang mengesankan dan mencetak 3 nilai 9 dan sebuah nilai 10 yang sempurna dan menjadi pencapaian yang paling mengesankan sepanjang kariernya.

Robinson mendapatkan total nilai 19.90 pada babak final dan menjadi nilai yang tertinggi disepanjang kompetisi meninggalkan rekan finalis lainnya. Surfer lokal asal Uluwatu dan pemenang Rip Curl Trial Agus “Blacky” Setiawan berhasil selesai di posisi kedua dengan total nilai 17.15, diikuti oleh Bol Adi Putra (IND) dengan total nilai 15.75 dan juara Rip Curl Cup tahun 2016 Mega Semadhi (IND) dengan total nilai 11.00.

“Memang pantas ditunggu,” kata pemuda asal Australia Barat, Robinson. “Ini adalah salah satu kontes terbaik sepanjang tahun dan menjadi salah satu dari kompetisi tiga besar saya. Memang bukan kompetisi QS ataupun CT, akan tetapi kompetisi ini melawan orang-orang terbaik di salah satu ombak terbaik. ”

Beberapa gulungan ombak ganda yang didapat Robinson pada hari Kamis ini mengingatkan kita akan Jamie O’Brien yang pernah memenangkan Rip Curl Cup di tahun 2009, terakhir kali saat gelombang ombak besar mengguncang Bali.

“Ini adalah ombak terbaik yang pernah saya lihat di Padang Padang sejak Jamie O’Brien memenangkannya di tahun 2009,” kata Robinson, pengunjung tetap Bali selama musim Rip Curl Cup. “Saya dulu masih kecil saat menontonnya dan sejak saat itu saya selalu ingin menjadi bagian dari kompetisi ini. Jamie memang sangat mempengaruhi saya. ”
Setelah menyelesaikan Putaran 1 dan 2 di Padang Padang pada hari Minggu, delapan surfer bertahan untuk babak final di hari Kamis. Hari ini dimulai dengan babak semifinal 1 dengan gulungan ombak yang datang bernilai 9 dan 10. Menghempaskan gulungan ombak yang menembus terumbu karang di Padang Padang dan membuat para juri iri.

Babak semifinal 1 menjadi milik penduduk setempat, Agus “Blacky” Setiawan dan Bol Adi Putra yang menduduki posisi satu dan dua, mengeliminasi Jacob Willcox (AUS) dan Bruno Santos, pemburu ombak asal Brasil.

Highlight dari babak semifinal 1 ini adalah ketika Bol Adi Putra berhasil mendapatkan ombak ganda yang luar biasa dengan nilai 9.55 dan dia terlihat melengkung dalam celah ombak dan lalu terlempar keluar melintasi karang dan kembali muncul dari pinggiran ombak sebelum terjatuh dipinggir jet ski.

“Ombaknya sangatlah besar dan saya tidak bisa melihat apa-apa, jadi saya langsung saja melompat,” kata Bol. “Untungnya saya melompat cukup tinggi untuk bisa langsung meluncur.”

Pada babak semifinal 2, Jack Robinson mulai beraksi, dia melakukan putaran balik di ujung ombak dan menempel pada dinding dalam gulungan ombak untuk memenangkan pertandingan ini. Membuntuti dibelakangnya yaitu juara bertahan Rip Curl Cup Mega Semadhi yang juga memesan tiketnya ke babak final.

“Mega tidak akan berhenti,” kata Robinson setelah babak semifinal 1 selesai. “Dia punya tenaga yang bagus. Pasti ini akan menjadi pertarungan yang luar biasa di babak final. ”

Di babak final menampilkan tiga peselancar lokal Padang Padang bersama Robinson, satu-satunya pemain internasional dan satu-satunya surfer dengan gaya regular foot, bertanding dalam gulungan ombak yang berbahaya. Bagi Semadhi dan Adi Putra, ini adalah penampilan kelima mereka di final Rip Curl Cup, dan kedua legenda lokal ini bersaing untuk menjadi partama kalinya tiga kali juara dalam sejarah Rip Curl Cup.

Selain ombak yang membesar, sedikit sisi miring dan ombak pasang naik yang menuju ke babak final akan menambah tingkat kesulitan pada bagian akhir. Jalan keluar yang sulit akan menjadi bagian yang sangat penting dalam babak final, karena beberapa calon ombak dengan nilai 9 dan 10 bisa berakhir sebelum waktunya.

Pada akhir babak final yang sangat menentukan, Robinson merebut ombak pertama dan mencetak nilai yang sangat tidak memungkinkan yaitu 9.90. Ketiga pesaing setempat berusaha mengikuti dengan gulungan ombaknya sendiri namun semuanya terhempas sebelum menemukan jalan keluar. Juara bertahan dan pemuda asal Padang Padang Mega Semadhi secara khusus memiliki ombak dengan 10 namun gagal dicapainya.

Robinson ingin menambahkan nilai 9,90 yang didapatnya dengan memanjat dinding ombak yang panjang sebelum keluar dari lintasan. Para juri sudah menetapkan nilai 9.90 dan tidak ada tempat lagi untuk naik lebih tinggi. Robinson mendapatkan nilai 10  yang sempurna dan semua nilai itu digabungkan dan berakhir dengan dua nilai 10 yang sempurna. Pemuda lokal setempat juga terus bertarung dengan baik, Bol berhasil mendapatkan nilai tinggi 9.5, namun pada akhirnya hari itu menjadi milik pemuda asal Australia Barat.

Senyum lebar terpancar dari keempat finalis di atas podium, semua orang tahu mereka baru saja berpesta di gelombang ombak terbaik Padang Padang.

“Saya merasa sangat beruntung,” kata Semadhi di podium pemenang. “Saya sudah mendapatkan hampir dari seluruh koleksi piala di babak final: posisi keempat, ketiga, kedua, dan juga posisi pertama. Ini adalah dua hari yang sangat menakjubkan. Semua orang mendapatkan ombaknya. Tidak ada lagi yang bisa Anda minta. ”

Bagi Robinson, yang merupakan pengunjung tetap di Bali, hal ini hanyalah hari dimana dia bermain ombak bersama teman-teman Indonesianya.

“Kami sebenarnya bertetangga,” kata Robinson. “Saya tinggal di Australia Barat, hanya berjarak tiga jam dari sini. Kami memiliki lautan yang sama, dan saya sudah pernah datang ke sini dan berselancar dengan teman-teman sejak saya masih kecil. Tidak ada yang lebih baik daripada bisa berselancar bersama mereka semua di Padang Padang hari ini. ”
FINAL
1st  Jack Robinson (AUS) 19.90
2nd Agus “Blacky” Setiawan (IND) 17.15
3rd Made Adi Putra (IND) 15.75
4th Mega Semadhi (IND) 11.00

Semifinal 1
1st  Agus “Blacky” Setiawan (IND) 19.85
2nd Made Adi Putra (IND) 19.05
3rd Jacob Willcox (AUS) 18.15
4th Bruno Santos (BRA) 13.10
Semifinal 2
1st  Jack Robinson (AUS) 18.60
2nd Mega Semadhi (IND) 17.85
3rd Josh Kerr (AUS) 15.40
4th Garut Widiarta (IND) 14.65.(ripcurl/LLJ)

Copyright @2018 FBn