Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » Adde Rossi Jenguk Ibu dan Anak Korban Penganiayaan Ayah pakai Martil
Ketua P2TP2A Added Rossi saat di Ruang IGD RS Dradjat Prawiranegara.

Adde Rossi Jenguk Ibu dan Anak Korban Penganiayaan Ayah pakai Martil

Serang,fesbukbantennews.com (19/9/2017) – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2 TP2A) Provinsi Banten Adde Rosi Khoerunnisa, menjenguk korban kekerasan yang dilakukan sang Ayah terhadap kedua anak dan istrinya menggunakan matril di ruang Instalasi Gawat Garurat (IGD) RSUD Dr Drajat Prawiranegara, Selasa Siang (19/09/2017).

Ketua P2TP2A Added Rossi saat di Ruang IGD RS Dradjat Prawiranegara.

Ketiga korban yakni Marcel umur 8 tahun dan April 5 tahun. Keduanya adalah anak kandung pelaku. Selain memukul anaknya, pelaku pun memukul istrinya, Diah yang berumur 35 pada saat melerai sang ayah yang sedang menganiaya anaknya.

Saat menjenguk, Istri Wakil Gubernur Banten ini menanyakan pada pihak dokter jaga, terkait kondisi ketiga korban yang diketahui mengalami kekerasan yang dilakukan pelau Stanley, yang tak lain adalah suami sekaligus ayah ketiga korban yang kini berada di Polres Serang Kota.

Adde Rosi pun sangat perihatin, terhadap korban kekerasan terhadap perempuan dan juga kedua anaknya, ia berbincang dengan korban Diah, istri pelaku. Namun korban masih mengalami trauma dan shok. Adde Rosi yang langsung meminta pihak dokter untuk secepatnya mendapatkan pertolongan, lantaran melihat kondisi Marcel yang masih belum membaik.

“Saya minta kepada pihak rumah sakit untuk memindahkannya keruang khusu anak, dan tadi juga langsung dilakukan ct scan, untuk diketahui lebih lanjut kondisinya terbaru, lantaran sebelumnya terlihat retakan dibagian tulang kepala dan tangan,” katanya.

Setelai selai ct scan, nanti dilihat, apakah ada pendaran di bagian kepalanya, khususnnya bagi anak yang laki-laki karena dia yang mengalami luka parah dibagian kepala lantaran dipukul berkali-kali dibagian kepala. Jika ada, saya minta agar cepat dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

“Kami mendorong agar pihak rumah sakit segera melakan penanganan medis. Walaupun pasien ini belum tercover BPJS, namun kami akan bantu terkait biaya pengobatan, karena hal ini harus segera dilakukan dan jangan ditunda-tunda untuk melakukan tindakan medis, agar anak ini bisa bergerak tangannya dan sehat lagi,” katanya.

Selain itu , lanjut dia, P2TP2A akan melaukan pendampingan hukum. Karna dari pasien masuk rumah sakit juga pihak P2TP2A sudah melakukan pendampinga. Selain itu pihanya juga akan melakukan terapi psikologi, lantaran saat tadi berbincang terlihat korban mengalami trauma dan shok dan depresi serta linglung.

“Yang pasti kita berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya, selain itu kami juga akan beri pendampingan psikolog sampai normal, agar nanti bisa memeberikan keterangan BAP sejelas-jelasnya kepada pihak kepolisian,” katanya.

Adde Rosi juga menjelaskan jika kejadian ini adalah kejahatan yang sangat luar bisa, anak – anak punya hak bermain, ana-anak punya hak bersosialisai dilingkungan rumah, untuk itu kondisi orang tua ketika lelah atau apapun kondisinya agar tidak melakukan kekerasan terhadap anaknya, apa lagi sampai kejadian seperti ini.

Sementara itu, Direktur RSUD Dr Drajat Prawiranega Nana Gusmara mengatakan jika kini tengah melakukan ct scan terhadap korban Marcel, yang mengalami pendarahan di bawah selaput otak, nantinya setelah diketahui hasilnya makan akan dilakukan tindakan medis lebih lanjut.

“ Jadi jika nantinya membahayakan terkait pendarahan di bawah selaput otak dan pendarahannya ngumpul dan tekanan tinggi dalam otak bisa berdampak kegawatdaruratan terdahap jiwa sang korban,” kata Nana.

Nana juga menambahkan jika nantinya akan melihat hasil ct scannya, karena korban mengalami keretakan dibagian tengkorak kepala, dikarnakan jika mengalami pendarahan di dalam kepala sangat membahayakan korban.

“Nanti kita akan ada dokter spesialisnya, seperti apa akan ditindak lanjutinya seperti apa, karna jika mengenai selaput otak maka akan terus membesar dan tekanan tinggi itu yang mengakibatkan bisa mengancam jiwa,” katanya. (man/LLJ)

Copyright @2016 FBn