Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » 30 Tahun Menabung, Nenek Tukang Urut di Pandeglang Naik Haji
Nenek Ningrat, Naik Haji setelah 30 tahun menabung.

30 Tahun Menabung, Nenek Tukang Urut di Pandeglang Naik Haji

Pandeglang,fesbukbantennews.com (13/8/2016) – Menabung selama 30 tahun, seorang nenek yang bernama Ningrat (63) yang berprofesi sebagai tukang urut di kampung Sampora, Desa Cigadung, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang berhasil mewujudkan impiannya untuk berangkat ke tanah suci tahun ini. Dengan kegigihannya, rupiah demi rupiah ia kumpulan dari hasil para pelanggan yang menggunakan jasanya setiap hari.

Nenek Ningrat, Naik Haji setelah 30 tahun menabung.

Nenek Ningrat, Naik Haji setelah 30 tahun menabung.

Ningrat mengaku jika dirinya sudah sejak masih usia gadis sudah bercita-cita untuk menunaikan rukun Islam ke 5, naik haji ke Baitullah. Dirinya berusaha keras meraih harapan itu dengan cara menyisihkan uang hasil pijatnya sedikit demi sedikit.

 

“Saya menyisakan sedikit demi sedikit dari hasil jasa mengurut, untuk menunaikan ibadah haji. Saya mendaftarkan diri sebagai calon jamaah haji pada tahun 2010. Tahun ini baru tercapai, kami telah dijadwalkan berangkat ke tanah suci pada 18 Agustus 2016, embarkasi Jakarta,” kata Ningrat, Sabtu (13/08/2016).

 

Nenek Ningrat yang telah mempunyai delapan orang cucu ini mengatakan jika sudah membuka praktik urut di ruamahnya selama puluhan tahun, bahkan tak jarang dirinya mendapatkan panggilan untuk melakukan pijat di rumah warga. Profesi tukang urut yang digelutinya untuk menolong sesama. Ia tidak pernah menentukan tarif dalam membantu orang dengan jasa tersebut.

 

“Untuk tarif saya tidak pernah mematok harga, jadi seikhlasnya. Sebagiannya saya tabung untuk menunaikan ibadah haji. Tapi untuk anak-anak saya menolak menerima bayaran, karna saya ikhlas membantunya.” katanya.

Walaupun ia sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat haji, ia tetap menerima pasien untuk diurut. Dirinya  mengaku, untuk bisa menunaikan ibadah haji memang tak mudah bagi dirinya. Pendapatan yang tidak seberapa harus dikeluarkan lagi untuk membiayai makan dan kebutuhan sehari-hari.

 

“Namun niat dan semangat mengunjungi tanah suci, membuat saya berhemat dan menabung selama 30 tahun untuk bisa menunaikan rukun islam yang ke lima itu,” katanya. (iman/LLJ)

Copyright @2016 FBn