Templates by BIGtheme NET
Home » Banten » 1,2 Juta Balita Banten Jadi Target Polio

1,2 Juta Balita Banten Jadi Target Polio

Serang,fesbukbantennews.com (26/2/2016) – Gubernur Banten Rano Karno mengajak semua lapisan masyarakat untuk membangun komitmen dalam mensukseskan pelakasanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio Tahun 2016 di Provinsi Banten dengan target cakupan PIN Polio diatas 95 persen.

Gubernur Banten saat Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan Polio Tingkat Provinsi Banten, di Pendopo KP3B Serang, Kamis (25/02).

Gubernur Banten saat Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan Polio Tingkat Provinsi Banten, di Pendopo KP3B Serang, Kamis (25/02).

“Target dari Dinkes 95 persen, tapi saya ingin mendapatkan 100 persen. Maka itu libatkan seluruh aparatur desa, kader PKK untuk bantu sosialisasi. Jika 95 persen dianggap berhasil tapi kalau 100 persen itu sukses,” kata Gubernur pada acara Sosialisasi dan Advokasi Pelaksanaan Polio Tingkat Provinsi Banten, di Pendopo KP3B Serang, Kamis (25/02).

Gubernur menjelaskan, Sosialisasi dan Advokasi pelaksanaan PIN Polio ini dianggap sangat penting karena merupakan langkah startegis yang sangat fundamental dalam mempersiapkan generasi bangsa yang sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi salah satunya adalah penyakit polio.

“Saya berharap anak-anak terutama balita kita harus terbebas dari polio. Saya yakin masyarakat yang hadir pada acara ini akan ikut berperan aktif. Dengan bebasnya polio kita telah memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita,” harapnya.
Provinsi Banten lanjut Gubernur, telah melakukan persiapan dalam pelaksanaan PIN Polio tahun ini dengan mengidentifikasi data terkait pelaksanaan PIN tersebut . “Dibanten sasaran balita 1.226.909 orang, dengan jumlah pos PIN 10.473, jumlah kader yang akan terlibat sebanyak 36.093 dan tenaga kesehatan yang melaksanakan sebanyak 12.209 personil,” sebutnya.

Pemprov Banten menurutnya telah berkomitmen untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan PIN dengan target seluruh balita di Provinsi Banten mendapatkan tetes vaksin polio.

“Pada jaman presiden Soeharto bisa mencapai 113 persen dan mendapatkan penghargaan dari dunia international. Kita juga harus mampu bisa mencapai target 100 persen. Mudah-mudahan peran aktif masyarakat bisa membantu target itu. Pos PIN juga harus disiapkan ditempat-tempat keramaian seperti terminal, pasar-pasar karena ditempat itu pasti ada pergerakan orang, yang terpenting adalah wilayah diujung desa yang sulit dijangkau,” jelas Gubernur.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten Dewi Indriati Rano menambahkan, salah satu komponen masyarakat yang selalu eksis dalam mendukung program pembangunan pemerintah, termasuk pelaksanaan PIN Polio adalah keberadaan Tim Penggerak PKK di Provinsi Banten yang mempunyai kontribusi besar dalam menentukan keberhasilan pelaksanaan polio ini. Keikutsertaan PKK dalam pelaksanaa polio tidak hanya tahun ini saja tetapi sudah sejak pelaksanaan sebalumnya yaitu tahun 1995 hingga 2007.

“Bentuk peran aktifnya adalah dengan memebrdayakan kelompok PKK khususnya dasawisma dalam pendataan balita sebagai sasaran polio, bersama petugas kesehatan melakukan sosialisasi dan ikut aktif dalam pelaksanaan tetes polio di pos-pos PIN,” kata Dewi.

Dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan PIN Polio tahun ini, TP PKK Provinsi Banten mengintruksikan kepada seluruh TP PKK dibawahnya agar melakukan kegiatan yang mendukung keberhasilan pelaksanaan PIN.
“Harapan besar kami adalah seluruh komponen masyarakat dan sektor swasta harus ikut berperan aktif dalam kegiatan PIN Polio ini. Sehingga keberhasilan kegiatan ini akan membentuk generasi muda banten yang sehat dan kuat dalam mendukung pembangunan di Provinsi Banten,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M Yanuar mengatakan, secara global keberadaan penyakit polio didunia masih ditemukan pada negara endemis polio yaitu negara Pakistan, Afganistan dan Nigeria. Negara ini merupakan negara yang menjadi sumber penularan penyakit polio pada negara-negara disekitarnya termasuk Indonesia.

“Kasus polio terakhir ditemukan di Aceh pada tahun 2006, sejak saat itu hingga sekarang tidak ditemukan lagi. Maka dari itu pemerintah terus mengantisipasi karena Indonesia masih dikategorikan tinggi untuk penularan kasus polio dari negara lain,” sebutnya.

Menurut Yanuar, secara serentak pelaksanaan PIN Polio akan dilaksanakan pada tanggal 8-15 Maret 2016 diseluruh wilayah Indonesia dan akan dilaunching oleh Presiden Jokowi.
“Nanti juga akan dilakukan wawancara langsung bapak presiden dengan lima gubernur terpilih. Kelihatannya banten akan menjadi salah satu provinsi yang akan berwawancara langsung dengan presiden,” ucap Yanuar.

PIN Polio lanjut Yanuar nantinya akan melibatkan semua sektor kesehatan mulai dari Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas dn Puskesman Pembantu, Rumah Sakit, Klinik Swasta, Pos PIN serta fasilitas kesehatan lainnya. “Mengingat pentingnya tujuan kegiatan ini, diperlukan beberapa rangkaian kegiatan mulai dari persiapan sampai dengan kegiatan evaluasi PIN Polio, termasuk melakukan advokasi kepada seluruh pejabat dan instansi terkait untuk pencapaian targetnya,” katanya.(hmsbtn/LLJ).

Copyright @2018 FBn